Limau Hanyut – Ikatan Tali Kapan

Karya . Dikliping tanggal 30 Juli 2016 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Kompas

Limau Hanyut

aku butuh sebuah limau parut
limau itu harus limau hanyut
hanyut limau di air deras
aku butuh sekerat kain putih
kain putih harus tidak berjahit
aku butuh sebuah pisau
pisau harus pisau bersepuh
aku potong limau parut tiga bagian
setiap potongan harus saling bertaut
aku bungkus si limau parut
aku hanyutkan si limau parut
pisau ditancap di atas dinding
Rumahkayu, 2016

Ikatan Tali Kapan

“rambut si anu wakil tubuh si anu
ruh adalah ruh, jasad adalah jasad
berpisah ruh dan jasad”
ambil rambut si anu
cukup sehelai rambut,
yang terlepas tanpa sebab
yang putus di atas tikar
yang putus di bawah jenjang
yang putus saat mandi
ikat rambut si anu,
bungkus rambut si anu,
ikat kapan rambut si anu,
lima tali ikatan
gali kuburan seukuran
dua korek api di rumah si anu,
di depan rumah si anu,
sedalam dua meter,
sirami air doa,
tunggu saja
Rumahkayu, 2016
Alizar Tanjung lahir di Solok, Sumatera Barat, 10 April 1987. Kumpulan puisinya antara lain Akar Anak Tebu (2012).
Rujukan:
[1] Disalin dari karya Alizar Tanjung
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Kompas” edisi 30 Juli 2016