Lubang di Dadaku – Debar – Tidurlah – Menunggu Engkau

Karya . Dikliping tanggal 31 Mei 2015 dalam kategori Arsip Puisi, Media Indonesia

Lubang di Dadaku 

Langit masih segelap rambutmu ketika daun-daun 
kamboja ditingkah hujan. Air mencar dari tangkapan.
Hei ada yang lara di sini katamu kegirangan di angan.
Perahu kertas hanyut dalam terowongan. Di dadaku 
muncul lubang-lubang.
Ah kasih, tahun-tahun terus pulang ke ketiadaan.
Musim gigil sendiri di pucuk mimpi. Di daratan ini 
tak ada yang dapat kupetik, kecuali waktu yang terus 
tumbuh mencucuk usiaku. Rindu yang tak kunjung 
sampai pada temu.
Perahu kertas hilang di ujung malam. Di dadaku 
lubang-lubang makin hitam. Aku menengok ke dalam.
Namamu kueja pelan-pelan, di batu nisan. Aku karam, 
tenggelam dalam kesunyian. Kau lenyap serupa
bayang-bayang.
Padang, 27/4/2015 

Debar 

Ada debar di dadaku yang tak mungkin dapat kau 
terka. Seperti garis tangan yang tak mungkin dapat 
kau baca. Juga detak waktu yang kian tajam.
Diam-diam di ubun menikam.
Dadaku ialah laut, getar pasang surut. Cuaca resap di 
bibir sukma. Luka-luka ngilu sembilu. Ke kau jua aku 
tersedu. Jari-jarimu yang gemetar menyentuh, aksara 
laraku.
Dekaplah biar peluh kita satu. Rahasia jantungku 
menjadi detak jantungmu. Kelak sejarah menjadi 
pintu. Tempat kita mengeja rindu.
Padang, 1/5/2015 

Tidurlah 

Aku akan jadi malam. Tidurlah, biar kusenyapkan 
letih di bahumu. Pijar planet-planet di langit itu 
kuletakkan di dadamu, biar kau hangat seolah seribu 
pelukan lembut merangkul jasadmu. Angin dingin 
biar padaku.
Padang, 3/3/2015 

Menunggu Engkau 

Telah kubangun rumah dengan pintu paling langit.
Tetes hujan rembes di beranda. Bunga-bunga tumbuh 
di tungkai musim. Di sini tunggu makin dingin.
Telah pula kutinggikan engkau. Pucuk mimpi di luar 
tidurku. Awan hitam mengarak sansai. Penantian 
yang tak kunjung selesai.
Tanak rindu di tungku kalbu. Tak jua abu kasihku.
Percayalah, tak akan kau temui kekasih seperti aku 
mengasihi di mana pun engkau di bumi ini.
Padang, 3/5/2015 

Reski Kuantan, lahir di Kuantan Singingi, Riau.
Tulisan-tulisannya dipublikasikan di beberapa media cetak dan online. Pernah tergabung dalam beberapa buku antologi puisi bersama.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Reski Kuantan
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Media Indonesia” pada 31 Mei 2015