Malam di Laut Mediterania – Malam Natal di Turki

Karya . Dikliping tanggal 15 Januari 2017 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Lokal, Pikiran Rakyat

Malam di Laut Mediterania

–Tariq ibn Ziyad


Aku mencium aroma kayu kapal-kapal dibakar
tak ada jalan pulang untuk sebuah pertempuran
kemenangan adalah keyakinan, di masa depan
Laut Mediterania pun terdiam. Memeram doa
pasukan peran singa padang pasir telah hadir
ke semenanjung, daratan hijau lumur pesoona

Tariq, inikah peta laut yang engkau jinakkan?

Dari ujung kafe di lembah Amos, disko menyala
malam ini apakah aku dihanyut laut atau selamat
sembunyi pada cahaya bulan di permukaan laut
sampai subuh, kantukku purna menjadi ombak
lalu terdiam merekam keriuhan-keriuhan daratan

Baca juga:  Plesetan Pantun Minggu ke-1 Januari 2015

Tiba-tiba aku ingin segera pulang, Tariq
jalan pulang ke pulau, ke piintu kenangan!

[Maramis, 2015]

Malam Natal di Turki

Bulan meleleh, putih
di depan jendela, merintih

[Turki, Desember 2015]



Bernando J. Sujibto, puisinya terkumpul dalam antologi bersama, di antaranya: Kampung dalam Diri (Penyair Lima Kota, 2008), Puisi Menolak Lupa (Obsesi Press, 2010), Mazhab Kutub (Pustaka Pujangga, 2010), dan Suluk Mataram (Galang Press, 2011).



Rujukan:
[1] Disalin dari karya Bernando J. Sujibto
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Pikiran Rakyat” 15 Januari 2017

Baca juga:  Jalan Suriah