Mbah Jingkrak – Kita Suka Tertawa – Sajak Parpol – Sajak Kebaikan 1

Karya . Dikliping tanggal 5 Maret 2017 dalam kategori Arsip Puisi, Kedaulatan Rakyat, Koran Lokal

(1)
Mbah Jingkrak

Di ruang yang demikian lebar
beratap payung-payung dan layangan
wajah kami menjadi sumringah tanpa
sekat
Masing-masing membaca meja, gelas,
kopi kental, teh hangat dan sejuta
kata-kata yang masih saja lebat
bersilang-silangan di buku maha dewa
Di sini semuanya demikian cairnya
lantaran hidup memang kudu menjunjung
etika dan tata krama bukan mencari perkara
atawa sengketa
Hidup tak perlu menjadi hebat,
tak perlu menjulang, meninggi,
meninggalkan bumi
Sebab sejatinya kerukunan
adalah harmoni dan kerendahan
hati adalah sorga itu sendiri
Di ruang yang demikian meluas
kami membaca zaman yang aneh
Semarang, 2014-2017

(2)
Kita Suka Tertawa

Kita bukan lagi bangsa penuh kesantunan
keramahan kita telah menjadi masa lalu
menjadi dongeng-dongeng, legenda-legenda
dan sejuta-juta keusangan yang terpahat di
candi-candi
itu
Kebaikan-kebaikan yang ditulis dalam
kitab-kitab leluhur, tak lagi sempat kita baca,
kita simak, kita renung dan kita
jadikan jejak kaki baru
kembali
Kita telah melupa dan mengabaikan
semua seolah kita tak pernah punya sejarah,
tak memiliki prasasti, tak ada perjanjian apa pun,
dari masa-masa sebelum
terlahirkan
Peradaban bagi kita hanya ada di sejengkal mata
selebihnya kita pura-pura membuta, menuli dan
membungkamkan diri sendiri
Kita bukan lagi bangsa yang pintar membaca jiwa
kita hanya bangsa yang suka tertawa dan terkesima
selebihnya tak ada
apa-apa
Jonegoro, 2017

(3)
Sajak Parpol

Siapa bilang parpol punya rakyat
siapa bilang rakyat punya parpol
Mereka angin dan air
tak pernah bersama
parpol bekerja pada mimpinya
rakyat bekerja pada buminya
Mereka srigala dan kucing
berkejaran di hutan-hutan
meminum air berseberangan
Mereka kerap bersitatap mata
lalu pergi sowang-sowangan
begitu
Jonegoro, 2016

(4)

Sajak Kebaikan 1

Mari alirkan air kebaikan waktu
kepada daun-daun, putik-putik,
bunga-bunga, rerantingan
dan pohon-pohon kehidupan
Jika mampet bersegeralah kita
buang segala kekotoran penyumpal
sehingga air tetap deras menderas
mengalir menyebar menyemai atas
kebaikan lainnya
Kebaikan adalah tugas dan kewajiban
atas umur dan sejarah yang kita miliki
sebagai lawanan untuk smua ketidakbaikan
yang tumbuh meluas-luas merambah-rambah
: itu
Kebaikan adalah
kita adanya
Jonegoro, 2017
Arieyoko, penyair sastra etnik tinggal di Bojonegoro, Jatim
Rujukan:
[1] Disalin dari karya Arieyoko
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Kedaulatan Rakyat” Minggu 5 Maret 2017