Megatruh Sebatang Jati – Tanjung Pasir 2 – Haiku Sya’ban

Karya . Dikliping tanggal 23 Oktober 2016 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Kompas

Megatruh Sebatang Jati

aku akan melepaskan daun-daunku
ke arah langit kelabu
ke pusar udara beku
dan ke jantung musim
yang membiru
ke delapan arah penjuru
ranting-rantingku kelak membujur kering
menjelma abu
di tungku-tungku
di pembakaran-pembakaran
yang mengarangkan
seluruh tulangku
di tanah yang semakin keras
air mataku sudah tandas
saat merah matahari
menyadap tuntas
seluruh deras getahku
yang bersemayam
dan mengalir
di tubuhku
aku akan melepaskan daun-daunku
saat badai menghapus warna batangku
akar-akarku akan merangkak keluar
dari legam perut bumi
serupa kaki-kaki malang
yang mencari pijakan
dan detak napasku
kelak akan mati putus
dilipat angin liar
yang ganas berhembus
dari ujung bukit cadas
yang tandus
2016

Tanjung Pasir 2

namaku adalah kesepian
maka, taburkanlah garam
biar sempurna lukaku
pada ujung tanjung
lidahku cuma ombak pecah
di batu-batu waktu
sekarang, tukamlah jantungku
dengan seluruh api amarahmu
yang kau pendam di liang matamu
namaku adalah kesunyian
maka siramkanlah cuka
agar lengkap seluruh duka
2016

Haiku Sya’ban

Gerimis Sya’ban
gerimis malam
Kamis merindu bulan
di jantung Sya’ban
Malam 4 Sya’ban
gerimis malam
jadilah ricik hujan
teduhkan bumi
Doa Sya/ban
ikhlaskan hamba
jadi setitik debu
pada gurun-Mu
Lagu Sya’ban
sehening subuh
kasih putih cinta-Mu
pada semesta
Sang Musafir
di gelap malam
ia rindu mencari cahaya
penunjuk jalan
2016
Husnul Khuluqi lahir di Banyumas Jawa Tengah. Kumpulan puisinya Romansa Pemintal Benang (2006). Ia bermukim di kampung halamannya.
Rujukan:
[1] Disalin dari karya Husnul Khuluqi
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Kompas” edisi Sabtu 22 Oktober 2016