Menurut DPR – Menuju Gerbang Sekarat – Dengan Talqin – Dana Kampanye

Karya . Dikliping tanggal 24 September 2017 dalam kategori Arsip Puisi, Kedaulatan Rakyat, Koran Lokal

Menurut DPR

tiga kelancungan kpk: satu, berani melakukan penyadapan;
dua, berani melakukan ott dan penyitaan; dan (tiga), berani
melakukan pv & melakukan penuntutan laku koruptif
(coba kalau kpk itu mau disuap. pasti itu sangat ok)

2017

Menuju Gerbang Sekarat 

meski ada kesaksian, meski ada bukti tak langsung: ia tetap yakin
kalau hukum buatan manusia itu tak berhak mengadili–karena itu
wajib dipertanyakan, harus digugat
”hanya hukum Allah yang benar,” katanya, sambil mengaku sakit–
dibuktikan dengan keterangan dokter. padahal sakit itu jalan
terdekat
ke arah sekarat, dan dengan pintu hukumullah yang tegas diketuk

2017

Dengan Talqin 

sebelum meninggal dan ditelisik hal: siapa Allahmu, apa agamamu,
siapa rasulmu, apa kirtabmu, dan seterusnya. si calon mati, di
dalam
sekarat, diajari menjawab, serta terus didoain agar lancar
menjawab
–mirip ketika ia akan menghadapi tes interview kerja
(apa ia bisa paham dan hapal bila sekarat itu sangat sakit?)


2017


Dana Kampanye 

memilih aku atau tak memilih aku: rakyat tetap harus disediakan
sembako, dana sewa sopund, konsumsi keamanan, dan bea
megol
biduan dangdut–dan ditutup dengan duit serangan fajar. melulu
buat menyenangkan konstituen, hingga aku harus berutang meski
digelari sang pemenang, serta diangkat wakil rakyat dan si kepala
daerah–yang (sebenarnya) tekor.
(dan apa salah menstabilkan dompet dengan fee dan korupsi? )

2017

*) Beni Setia,.Pengarang
Email: benisetia54@yahoo.cxom

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Beni Setia
[2]Pernah tersiar di surat kabar “Kedaulatan Rakyat” Minggu 24 September 2017