Nak, Pukul Kebodohanmu

Karya . Dikliping tanggal 22 Januari 2017 dalam kategori Arsip Puisi, Suara Merdeka

Nak, pukul kepalamu
Luka takkan kau temui
dari tanganmu sendiri
Nak, pukul mulutmu
Bicara takkan kau lukai
dari lidahmu sendiri

Nak, lupakan isi kepalamu
Ketika itu,
kau akan bahagia,

“Ibu, aku nampak lebih sehat
Melampaui tanganmu,
mulutmu, lidahmu
Atau bahkan sekujur tubuh
Namun tidak lebih,
untuk menjadi sepertimu,
yang mati-matian memukul
kebodohan-kebodohanku.”

Ibu berkata,
“Hari sudah larut. Lekas tidur.
Robohkanlah rumahmu.
Besok ibu tidak masak lagi.”

Semarang, Januari 2017

Setia Naka Andrian lahir dan tinggal di Kendal. Dosen Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni Universitas PGRI Semarang, ini menerbitkan buku puisi pertamanya berjudul Perayaan Laut.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Setia Naka Andrian
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Suara Merdeka” Minggu 22 Januari 2017