Nasihat Sutradara – Saat waktu Terputus-Putus Lagi

Karya . Dikliping tanggal 7 Juni 2015 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Tempo

Nasihat Sutradara

Kau tak memerlukan naskah
untuk adegan sepanjang itu.
Sebab kau bukan penghafal yang berbahagia.
Sebab penonton pun sebenarnya tidak peduli.
Kau hanya perlu bercakap-cakap
dengan lawan main
yang sungguh tak pernah ada.
Kau tak perlu mengikuti
arah jatuh terang lampu.
Matamu minus. Tanganmu putus.
Kau ingin sekali meraba cahaya.
Di panggung itu kau adalah tentara terbaik
dalam medan perang.
Sebab latihan selama ini
kau harap memperlambat kematian.
Kau hanya harus terus melangkah
sebab panggung terus luas tapi buntu
Kau boleh melupakan alur cerita
tapi sejauh apa pun kau menghindar
kau hanya akan menemukan musik pembuka
Padang, 2015

Saat waktu Terputus-Putus Lagi

Serupa tulisan di kertas pembungkus puisi, barangkali aku harus
belajar mengeja kembali. Huruf kapital makin terlihat suci
ketimbang huruf mungil dan miring
Kau gemar ditinggalkan kereta di peron yang sama. Kehausan,
lalu meminum air mukamu sendiri. Muka asam jidat kisut.
Maka kau pura-pura terjaga sepanjang masa silam.
Serupa keputusan pleno di saat peristiwa telah dingin
meski tanpa es batu dan es kristal lima ribu sebungkus.
Peristiwa yang kehilangan selimut berbulu.
Terbangun tengah hari aku melewatkan hujan seorang teman
yang mati sakit perut, pesan orang lalu yang suka mengalihkan jalan,
dan keluhan orang di luar yang merasa terkurung.
Serupa bahasa yang membunuh para pembicara saat tak ada lagi
yang dapat dijelaskan dari ini beranda. Aku selalu berharap masa lalu
mengirimkan surat untuk sebuah kabar baru.
Kau katakan yang itu-itu juga: pemain bola dijual murah
ke klub mewah, mikrofon berserah pada orang yang malas sikat gigi,
dan telinga tersumbat spiker dua puluh inci.
Tapi tak serupa hari minggu saat kiuturut ayah ke kota,
kata-kata menyala di antara papan iklan sabun colek dan soda,
namun redup di antara doa-doa.
Padang, 2015


Rio Fitra SY lahir di Sungailiku, Pesisir selatan, Sumatera Barat, 12 Juni 1986. Kini tinggal di Padang.
Rujukan:
[1] Disalin dari karya Rio Fitra SY
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Koran Tempo” pada 7 Juni 2015
Beri Nilai-Bintang!