Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara

Label: Daruz Armedian

Menebang Pohon Tuhan

ALANGKAH menyedihkan menjadi pohon ini. Ia tumbuh menjadi tua hanya untuk berakhir di mulut api, atau [...]

Baca selengkapnya »

Keris Lancip Putri Nglirip

Hingga kini kau masih di dasar kedung1 di daerah Jojogan2, menjaga mayatmu sendiri, yang tak lapuk [...]

Baca selengkapnya »

Lukisan Air Mata Danarto

DANARTO melukis dengan air mata yang mengalir di pipinya. Melukis di dinding-dinding rumahnya. Melukis di tembok-tembok [...]

Baca selengkapnya »

Penjual Kesedihan

SETELAH ditinggal pergi oleh suaminya karena gugur dalam peperangan melawan penjajah, Suminem kini tinggal sendirian. Tak [...]

Baca selengkapnya »

Sepasang Mata Ibu dan Sepasang Mata Bocah Lugu

SEPASANG mata anak kecil yang mungil, mata yang tak mengerti kesedihan apa-apa, menatap tajam pada daun-daun [...]

Baca selengkapnya »

Tarian Ruh

SORE ini, dalam keadaan telentang, Parman melihat ruhnya menari-nari. Tepat di dadanyalah ruh itu berpijak, kadang [...]

Baca selengkapnya »

Nyanyian Petani – Alfita – Pertanyaan untuk si Pandai Besi

Nyanyian Petani aku berlagu, lagu padi-padi ditiup angin lepas dari Senori sayup di sepasang kuping senyap [...]

Baca selengkapnya »

Tamu dari Surga

MALAM itu ada yang mengetuk pintu rumahku. Tak ada suara lain yang mengiringi ketukan itu. Padahal yang [...]

Baca selengkapnya »

Lelaki Pemetik Anggur

APA yang membuat lelaki itu selalu memetik anggur yang pohonnya menjalar hampir memenuhi beranda rumahnya? Pagi [...]

Baca selengkapnya »

Bendera di Beranda

Di rumah tua itu, selalu saja ada seorang nenek yang mengeluarkan air mata. Merembes di pipi [...]

Baca selengkapnya »