Galat basis data WordPress: [Got error -1 from storage engine]
UPDATE `wp_options` SET `option_value` = '1610746637.4367671012878417968750' WHERE `option_name` = '_transient_doing_cron'

Galat basis data WordPress: [Got error -1 from storage engine]
DELETE FROM `wp_options` WHERE `option_name` = '_transient_feedzy_rss_feeds_all_languages'

Galat basis data WordPress: [Got error -1 from storage engine]
DELETE FROM `wp_options` WHERE `option_name` = '_transient_timeout_feedzy_rss_feeds_all_languages'

Galat basis data WordPress: [Got error -1 from storage engine]
UPDATE `wp_options` SET `option_value` = '1611351438' WHERE `option_name` = '_transient_timeout_feedzy_rss_feeds_all_languages'

Galat basis data WordPress: [Got error -1 from storage engine]
DELETE FROM `wp_options` WHERE `option_name` = '_transient_tweet_old_post_all_languages'

Galat basis data WordPress: [Got error -1 from storage engine]
DELETE FROM `wp_options` WHERE `option_name` = '_transient_timeout_tweet_old_post_all_languages'

Galat basis data WordPress: [Got error -1 from storage engine]
UPDATE `wp_options` SET `option_value` = '1611351438' WHERE `option_name` = '_transient_timeout_tweet_old_post_all_languages'

Dwi Retno Handayani | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara

Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara

KUMPULAN CERPEN

Label: Dwi Retno Handayani

Lewat Secangkir Kopi [10]

“Halo?” Lagi-lagi tak ada jawaban, setelah kuikut diam menunggu jawaban si penelepon. Waktu aku mau mematikan, [...]

Baca selengkapnya »

Lewat Secangkir Kopi [9]

Kubuka lemari pakaian Shota, ada kardus berwarna putih di bagian atasnya. Kardus itu sudah berdebu, jadi [...]

Baca selengkapnya »

Lewat Secangkir Kopi [8]

Ia kembali menoleh ke arahku, menatapku, kali ini lebih ramah. “Jangan panggil aku Nyonya Hajime, aku [...]

Baca selengkapnya »

Lewat Secangkir Kopi [7]

Sebelum beranjak dari tempat tidur, aku tersadar tubuhku diselimuti selimut tebal berwarna cokelat. Aku tidak ingat, [...]

Baca selengkapnya »

Lewat Secangkir Kopi [6]

Yang bisa aku harapkan hanya Shota bersedia untuk menceritakan padaku isi pembicaraan itu.  Tidak sampai setengah [...]

Baca selengkapnya »

Lewat Secangkir Kopi [5]

Cepat–cepat Shota menghilang dari sampingku, melepaskan genggaman tangannya dan bergabung dengan kerumunan di depan sana. Ia [...]

Baca selengkapnya »

Lewat Secangkir Kopi [4]

Mataku terpaku ke arah kotak persegi di atas tempat tidurku. Kotak persegi dengan warna krem itu [...]

Baca selengkapnya »

Lewat Secangkir Kopi [3]

“Do, aku kan sedang serius konsentrasi. Kok, kamu gangguin.” “Konsentrasi apa, sih, Mbak?” ledek Edo.  Anak [...]

Baca selengkapnya »

Lewat Secangkir Kopi [2]

Jujur saja, aku suka Shota, secara umum. Ia orang yang tidak banyak bicara, tidak banyak mengeluh. [...]

Baca selengkapnya »

Lewat Secangkir Kopi [1]

Menikahlah denganku, kalau begitu!  Kenyataannya memang aneh, namun begitulah yang ia ucapkan padaku enam bulan yang [...]

Baca selengkapnya »