Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara

Label: Eddy Pranata PNP

Janji Ajal – Lelaki Mawar – Ruang Puisi – Rembulan Terapung – Ruang Puisi

Janji Ajal Stasiun tawang; perempuan berambut jingga dengan buku puisi di tangan, ruang tunggu beku keberangkatan [...]

Baca selengkapnya »

Aku Sekarang Masih Berjalan – Gemuruh Rindu Mengalir – Jika Musim Hujan Ini Berakhir – Kau Lihat Lidah Ombak

Aku Sekarang Masih Berjalan  Menuju Taman Bungamu Jalan yang membentang di hadapanku menuju taman bungamu, terlalu [...]

Baca selengkapnya »

Harum Tubuh Penyair – Jiwa-Jiwa Tersepuh Embun – Kalau Ada Waktumu – Ini Senja Entah Keseribu Berapa – Laut Kehilangan Debur

Harum Tubuh Penyair Jika pagi ini engkau hanya bisa melihat jejakku di pasir pantai Nusakambangan itu [...]

Baca selengkapnya »

Di Bawah Gerhana Matahari – Pedih yang Sama – Ke Menara Suar Cimiring

Di Bawah Gerhana Matahari Kota Padang dengan pagi yang terasa lebih panjang udara selalu terasa panas [...]

Baca selengkapnya »

Andai Kau Laut – Sebongkah Imaji – Melayari Alun Gelombang – Melayari Alun Gelombang – Kau Menjaga Air Mata – Sepenggal Sisa Mimpi

Andai Kau Laut  dalam tubuhmu mengalir darah cintaku dalam jiwaku bersemayam lentur sajak-imajimu ya— tapi kita [...]

Baca selengkapnya »

Weisku

1. ia membayangkan ‘weisku tengah membelah bambu untuk memagari bunga di sekitar rumahnya jemari tangannya begitu [...]

Baca selengkapnya »

Sampan Cahaya – Kautimbun-Timbun Masalalumu – Jika Pertemuan Melukai Hatimu – Engkau Selalu Saja Tidak Memarahiku

Sampan Cahaya kenapa kau ragu-ragu masuk ke dalam pelabuhan? sampan cahaya masih kusandarkan di dermaga ujug [...]

Baca selengkapnya »