Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara

Label: Martin Aleida

Segulung Kertas Kecil di Ubi Rebus

Dia duduk mencangkung di pelataran kamp itu. Bersama puluhan tahanan lain. Menunggu pembebasan. Bersandal jepit. Angin [...]

Baca selengkapnya »

Ziarah Kepayang

LIMA puluh tahun…! Rentang waktu sepanjang itu tak membawa perubahan di sini. Jembatan yang terbuat dari [...]

Baca selengkapnya »

Surat Tapol kepada TKW, Cucunya

Febri yang baik, Pelupuk mataku hangat. Basah hidungku. Kau bilang aku tak peka. Engkau juga seperti [...]

Baca selengkapnya »

Tanah Air

Hatiku teduh. Dia kelihatan tenang. Cuma matanya saja yang terus memandangiku dengan ganjil. Seakan aku ini [...]

Baca selengkapnya »

Asmara dan Kematian di Perbatasan Tiga Negara

”Dreilandpunkt. Drielandpunt. Aux Trois Bornes.” Dengan lafal yang ganjil, aku terbata-bata membacakan kata-kata yang terpatri di [...]

Baca selengkapnya »

Surat Nurlan Daulay Kepada Junjungan Jiwanya

Las, Sesungguhnya aku ingin tak henti-hentinya menulis kepadamu, tetapi kalaupun yang ini menjadi penutup tumpukan surat-surat [...]

Baca selengkapnya »

Batu-Asah dari Benua Australia

Pucuk cemara sudah merunduk menyongsong malam. Yang menunggu penjemputan sudah meninggalkan pekarangan dengan puji syukur setinggi [...]

Baca selengkapnya »