Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara

Label: Rachem Siyaeza

Pintu Hijau 23

KAKEK telah berada di dalam mobil. Ibu masuk ke mobil. Aku masuk dan menyalakan mobil. Kami [...]

Baca selengkapnya »

Pintu Hijau 22

DUA orang yang menyeret Imah sudah berhenti menyeretnya. Mereka seperti terkejut dengan perkataanku. Imah berkata keras, [...]

Baca selengkapnya »

Pintu Hijau 21

SULIMAN mendekatiku di pojok ruangan. Aku terisak-isak dan takut Suliman akan menyakitiku ketika itu.  Memang dia [...]

Baca selengkapnya »

Pintu Hijau 20

KAMI sampai rumah kakek ketika tiba-tiba kakek menyodorkan surat berlembar-lembar yang semuanya bungkus sabun Bunga Pemata [...]

Baca selengkapnya »

Pintu Hijau 19

“PAMAN Malina sebenarnya juga salah satu penjaga di Pintu Hijau. Tapi Paman Debing diberhentikan setelah dia membawa [...]

Baca selengkapnya »

Pintu Hijau 18

ANDAI pandangan Imah saat itu bisa menjangkau mataku, dia akan menemukan mataku berkaca-kaca. Lagi-lagi aku menunduk. [...]

Baca selengkapnya »

Pintu Hijau 15

SELAMA Malina di Pintu Hijau, sebagaimana yang diceritakan Imah kelak di pertemuan rahasiaku dengannya di pasar [...]

Baca selengkapnya »

Pintu Hijau 14

SEMENTARA itu banyak sekali lelaki sebagaimana dituturkan Malina, yang akhirnya masuk ke kamar lain. Salah satunya [...]

Baca selengkapnya »

Pintu Hijau 13

SUARA Malina terdengar berat dan ragu-ragu. ”Kalian sedang membicarakanku?” tanyaku berlagak tidak mengerti.  ”Sebaiknya kamu pulang [...]

Baca selengkapnya »

Pintu Hijau 12

MALINA memegangin tangan kananku. ”Aku pulang,“ ucapnya dan segera ia berlalu dari pojokan pasar, keluar dengan [...]

Baca selengkapnya »