Orang Gila – Melawat – Perempuan-perempuan dari Masa Lalu

Karya . Dikliping tanggal 6 Maret 2016 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Lokal, Pikiran Rakyat

Orang Gila

Aku baru saja tiba
Ketika mata cekungmu membagikan sesuatu
Di sisi luar pagar
Anak-anak kecil ramai, bergerombol seperti menyaksikan pertunjukan kera
Sesekali berhamburan, saat kau mendekat
Namun, urung pergi
Mata adalah jendela jiwa
Tetapi tak juga aku mengerti
Ketika kau buka
Hanya kudapati sekumpulan awan hitam
Mungkin kau telah memiliki duniamu sendiri
Membangun keindahannya di sana
Tanpa bisa kusaksikan
Dan dimengerti
Kau bergeming
Pun ketika anak-anak itu mereiakumu
Dengan senyum yang selalu terkulum
Beranjak kini dari halaman rumahku
Tanpa memberi tahu, 
Apa yang kau bagikan lewat mata cekung itu?
Subang, Mei 2015

Melawat

Ingin aku ceritakan padamu
Tentang pertemuanku
Dengan bidadari kecil
Siang tadi
Ketika redup matahari
Karena beberapa mega berhasil menjaringnya
Panas punggung bumi pun mereda
Deru angin juga tak seliar sediakala
Bahkan kelopak kamboja terdiam
Saat tirai putih wajahnya disingkap
Seorang kerabat turun:
Azan dan Iqamah dikumandangkan
Di pintu taman surga ini
Kulihat senyumnya tenang sekali
Sebelum remah tanah
Rapat menutupnya
Gadi kecil, bidadari kecil
Subang, April 2015

Perempuan-perempuan dari Masa Lalu

Menemukan pagi di pasar
Bekas peninggalan Padjadjaran
Aku bertemu mbok-mbok tua
Penjaja sayuran
Mereka datang
Dari kaki-kaki bukit peradaban
Dari hutan-hutan sejarah
Membawa bakul dan sekeranjang
Penuh mimpi hari ini
Langkahnya masih tegas
Merobek dingin udara
Gegas melawan kantuk
Dan impitan kebutuhan
Di antara torehan fajar
Menggelar harapan
Di emperan kios
Menyapa mesra tiap kaki-kaki yang menghampiri
Adakah sejumput rezeki kau temui ini hari?
Bila surya datang sepenggalah
Dan geliat hari mulai mewarnai
Secepat itu pula harus kau rapikan
Lapak daruratmu
Masih di sini,
Aku melihat senyum purbamu
Mbok-mbok pasar yang menghilang kembali ke masa lalu
Di kaki-kaki bukit peradaban
Di hutan-hutan sejarah
Subang, Maret 2015



W Sugiarto, lahir di Brebes, Jawa Tengah. Kini tinggal di Pasir Bungur, Purwadadi, Subang, Jawa Barat. Aktif di komunitas dunia karya tulis (DuDek).
Rujukan:
[1] Disalin dari karya W Sugiarto
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Pikiran Rakyat” edisi Minggu 6 Maret 2016