Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara

Kategori: Majalah Femina

Kejora Membunuh Cahaya [8]

Suatu hari, Ibu akan membuatkan sulaman yang begitu megah, tekun untuk baju–baju Nyai Wuning yang disulamkan [...]

Baca selengkapnya »

Kejora Membunuh Cahaya [7]

Aku mulai berpikir dengan kacamata awam. Benarkah ia juga akan mendengarkan kidung itu tatkala mengikrarkan janji [...]

Baca selengkapnya »

Kejora Membunuh Cahaya [6]

“Salah satu episode Mahabarata. Di mana Kresna menjadi kusir Arjuna,” kata Pak Bhisma. Lalu ia meminta [...]

Baca selengkapnya »

Nyanyian Hujan [1]

Aku terpana pada sesosok lelaki jangkung bermata teduh, Keansantang. Usianya dua belas tahun lebih tua dariku. [...]

Baca selengkapnya »

Kejora Membunuh Cahaya [5]

“Rhe, kamu pernah punya kenangan?” tanya Pak Bhisma, sembari mengarahkan mobilnya ke suatu tempat. Dia ingin [...]

Baca selengkapnya »

Kejora Membunuh Cahaya [4]

“Tujuh tahun saya memainkan peran itu, Bu. Peran sebagai padang Kurusetra mungil. Tempat bertarungnya cinta antar-anak [...]

Baca selengkapnya »

Dua Asa di Bumi Papua [5]

Di luar kompleks, hanya terdapat rumah tak melebihi duapuluh bangunan. Rumah penduduk asli kebanyakan sederhana, berdinding [...]

Baca selengkapnya »

Pulung [5]

Aku pulang dengan hati patah berkeping. Sekeping buat Pulung, keping lain telanjur terpaut pada Bagas. Sudah [...]

Baca selengkapnya »

Pulung [4]

Karena kakak-kakak ipar terus mendesak, akhirnya aku ganti baju juga. Meski kami hanya makan sup jagung, [...]

Baca selengkapnya »

Pulung [3]

Memang, selain Mbok Yekti dan kedua kakakku, Bagaslah orang yang mendukungku. Yang selalu menaruh perhatian kepadaku. [...]

Baca selengkapnya »