Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara

Kategori: Cerita Bersambung

Kutukan Rahim (14)

WAKTU pun menggilas tatap muka sebentar antara si terpidana, Zul dan suaminya. Si terpidana segera naik ke [...]

Baca selengkapnya »

Kejora Membunuh Cahaya [3]

Sampailah di negeri di mana malaikat tanpa sayap itu bertakhta. Sayang, bukan berarti  masalah teratasi, tapi [...]

Baca selengkapnya »

Dua Asa di Bumi Papua [5]

Di luar kompleks, hanya terdapat rumah tak melebihi duapuluh bangunan. Rumah penduduk asli kebanyakan sederhana, berdinding [...]

Baca selengkapnya »

Pulung [5]

Aku pulang dengan hati patah berkeping. Sekeping buat Pulung, keping lain telanjur terpaut pada Bagas. Sudah [...]

Baca selengkapnya »

Pulung [4]

Karena kakak-kakak ipar terus mendesak, akhirnya aku ganti baju juga. Meski kami hanya makan sup jagung, [...]

Baca selengkapnya »

Pulung [3]

Memang, selain Mbok Yekti dan kedua kakakku, Bagaslah orang yang mendukungku. Yang selalu menaruh perhatian kepadaku. [...]

Baca selengkapnya »

Pulung [2]

“Mbak Rintan, sudah malam, mengapa tak keluar? Simbok sudah sediakan air panas untuk mandi.” “Ya, Mbok. [...]

Baca selengkapnya »

Pulung [1]

Waktu itu bulan Juni. Ketika tanpa sengaja aku menemukan foto-foto lama keluargaku. Warnanya sudah sedikit kekuningan, [...]

Baca selengkapnya »

Pelabuhan Hati [9]

Pria yang biasanya tampak bersemangat itu kulihat tercenung sesaat, namun akhirnya dia mengangkat tubuhnya dari kursi [...]

Baca selengkapnya »

Pelabuhan Hati [8]

“Hai, Nauval!” sapaku sore ini, ketika aku tiba di kandang kompleks peternakan Haji Yusuf. “Ayam-ayam saya [...]

Baca selengkapnya »