Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara

KUMPULAN CERPEN

Kategori: Jawa Pos

Saya Hanya Berdiri dan Melihat Semuanya

Kategori: Arsip Cerpen, Jawa Pos, Penulis:

SUDAH tiga jam saya memperhatikan perempuan itu. Telah tiga jam pula ia duduk di bangku kayu [...]

Baca selengkapnya »

Jejak Malam – Percakapan Rahim 2 – Percakapan Rahim 4 – Risalah Doa

Kategori: Arsip Puisi, Jawa Pos, Penulis:

Jejak Malam Jejak malam. Malam berjejak. Aku luruh dalam auman lukamu. Auman cinta yang tak bertepi, [...]

Baca selengkapnya »

Seorang Lelaki Tidak Mati Dua Kali

Kategori: Arsip Cerpen, Jawa Pos, Penulis:

SEPERTI hewan yang dituntun oleh naluri gelap, seorang lelaki pergi meninggalkan rumah, bertemu di jalan dengan [...]

Baca selengkapnya »

Gagal Landing

Kategori: Arsip Cerpen, Jawa Pos, Penulis:

BANYAK orang ingin menyesap kopi di sini. Menikmati harum moka, sebersit kayu manis, sambil melemparkan pandangan [...]

Baca selengkapnya »

Patah Hati – Klangonan – Langgam Umur 52 – Tugu

Kategori: Arsip Puisi, Jawa Pos, Penulis:

Patah Hati : di rumah gus minin giri Memang, di hutan yang gelap, cahaya kunang-kunang demikian [...]

Baca selengkapnya »

Secangkir Kopi Luwak

Kategori: Arsip Cerpen, Jawa Pos, Penulis:

RUSLAN berpikir, malam ini akan menjadi malam pertama baginya sebagai pembunuh dan menjadi malam terakhir kehidupan [...]

Baca selengkapnya »

Ijab Kabul – Cincin Perkawinan di Dalam Sepatu – Perpisahan – Dasi Kupu-Kupu

Kategori: Arsip Puisi, Jawa Pos, Penulis:

Ijab Kabul  Pagi itu ia tidak kuasa melihat matamu ketika kau mengucap sumpah perkawinan. Ia hanya [...]

Baca selengkapnya »

Sorot Mata Syaila

Kategori: Arsip Cerpen, Jawa Pos, Penulis:

DI Bandara Internasional Abu Dhabi, pukul satu dini hari, detak jantungku makin kencang. Pipi perempuan itu perlahan-lahan [...]

Baca selengkapnya »

Sorot Mata Syaila

DI Bandara Internasional Abu Dhabi, pukul satu dini hari, detak jantungku makin kencang. Pipi perempuan itu [...]

Baca selengkapnya »

Rumah yang Mengasuhku – Dunia yang Rawan dan Penyedih

Rumah yang Mengasuhku kepada: tsabit, tahya, nahya 1. kefakiran, serahkan pada jalan-jalan apakah diinginkannya kakiku untuk [...]

Baca selengkapnya »