Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara

KUMPULAN CERPEN

Kategori: Koran Kompas

Jemput Aku di Bawah Pohon Gatep

Sangat sering Ningrum punya keinginan hidup sendiri selamanya, tak usah menikah. Tapi, begitu niat itu muncul, [...]

Baca selengkapnya »

Pegasus Jatuh

Pegasus jatuh. Tumbang. Berdebam. Sebelum mendarat ke tanah, ia sempat menabrak beberapa dahan dan ranting, memunculkan [...]

Baca selengkapnya »

Mereka Mengeja Larangan Mengemis

Mereka lima anak tanggung dan hanya Gupris yang perempuan. Kelimanya jarang mandi, dan lebih jarang lagi [...]

Baca selengkapnya »

Raung dan Kenangan Seluas Kabut

”Kalian berdua beruntung cuma dijenggong anjing yang lehernya terikat. Tadi, selepas Isya, kuntilanak mengejar rombongan pendaki [...]

Baca selengkapnya »

Tamu

Kategori: Arsip Cerpen, Koran Kompas, Penulis:

Dengan mengendarai truk yang saya supiri sendiri, sekitar jam 14 saya dan istri memasuki kola kecil [...]

Baca selengkapnya »

Tentang Kita dan Laut

Kau bilang sangat menyukai laut. Kau memang tidak mengatakannya langsung kepadaku sebagaimana juga hal-hal lainnva. Namun, [...]

Baca selengkapnya »

Mati Setelah Mati

Banyak orang, terutama warga Sekayu, yakin Nyai Dini telah mati berkali-kali. Kali pertama istri kiai Nuh [...]

Baca selengkapnya »

Monolog si Kembar Setelah Menyebar

Ia yang diingat sebagai yang lebih tua, meluncur lembut di cairan berbentuk seperti agar-agar, untuk mendekat [...]

Baca selengkapnya »

Mitoni Terakhir

Di halaman belakang rumah, peninggalan suamiku, aku duduk sendiri, memandang pohon randu alas yang meranggas. Kukira, [...]

Baca selengkapnya »

Malaikat dan Sepasang Jenazah di Tepi Danau

Selepas latihan biola, hendak pulang, aku menunggu bus Transjakarta. Bangku termenung di halte dikuasai tukangojek. Melawan [...]

Baca selengkapnya »