Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara

Kategori: Koran Lokal

Kertas Puisi Beraroma Kopi

LONCENG gerbang di depan rumah Alesa berbunyi. Ketika Alesa mengintip dari balik jendela kamarnya, sesosok pria [...]

Baca selengkapnya »

Air Mata Terakhir

LAKI-LAKI itu pemah berkata padaku bahwa dirinya tidak akan bisa menangis lagi. Sebab pasokan air matanya [...]

Baca selengkapnya »

Air Mata

BUKANKAH sedari dulu air mata ditumpahkan dengan atau tanpa alasan? Bukankah pohon-pohon, rumah-rumah dan banyak hal [...]

Baca selengkapnya »

Surat Cinta Untuk Bunda

Namanya Airin, salah satu anak yang besar dan hidup di Panti Asuhan Pelita Bunda. Seorang anak [...]

Baca selengkapnya »

Lelaki yang Tekun Memunguti Senja

Lelaki yang Tekun Memunguti Senja ia masih saja berlama-lama mengukur panjang hari banyak peristiwa, rencana atau [...]

Baca selengkapnya »

Ruang – Menjadi Orang Asing

Ruang Setelah kumasuki ruang ini pasti teringatnya kembali kau wajahmu, sedu senyummu dan telapak tangan yang [...]

Baca selengkapnya »

Lelahku pada Kota – Kasih Sayang

Lelahku pada Kota (teruntuk saudara-saudaraku yang menerangi gimmick Ibu Kota sepanjang siang) Tidurlah Tidurlah Mimpilah dengan [...]

Baca selengkapnya »

Riuh Kesunyian – Di Raimu yang Kutolak – Jalan Berkelok – Jalan Hidup

Riuh Kesunyian Baru saja kekabar jenggot kebakar orang ngumpet kemaluan, syahwat kuasa belalak mata orang-orang. Akupun [...]

Baca selengkapnya »

Sepucuk Angpau Merah – Sindrom Manusia – Kalau – Hujan dan Sepoci Kopi

Sepucuk Angpau Merah Sepucuk angpau merah. Dari mata kecil mungil Aku tidak tahu isinya Mengakhiri pertemuan. [...]

Baca selengkapnya »

Bulan Pemakan Ternak

AKU tak pernah tahu mengapa beberapa ternak yang kami punya tiba-tiba hilang. Satu per satu berkurang, [...]

Baca selengkapnya »