Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara

Kategori: Arsip Cerpen

Kesetiaan Adalah Ketabahan Menunggu

KESETIAAN, katamu, adalah ketabahan menunggu. Dan itulah yang kulakukan. Di sini, bangku yang kududuki telah berlumut, [...]

Baca selengkapnya »

Lelaki Itu Memilih Pintu Berbeda

Seorang laki-laki paruh baya berjalan mendekati sebuah pintu. Dia sudah mendapatkan tiket untuk masuk melewati pintu [...]

Baca selengkapnya »

Tangan Ibu

SETIAP kali menginjakkan kaki di rumah ibu, hati saya bergetar. Melihat halaman yang tertata rapi dengan [...]

Baca selengkapnya »

Segulung Kertas Kecil di Ubi Rebus

Dia duduk mencangkung di pelataran kamp itu. Bersama puluhan tahanan lain. Menunggu pembebasan. Bersandal jepit. Angin [...]

Baca selengkapnya »

Baju Kaki Ayah

PAGI itu ayah sudah siap dengan baju khaki, celana panjang warna senada, dan sepatu kulit hitam peninggalan [...]

Baca selengkapnya »

Kucing ltu Suamiku yang Membaca Buku

TAK ada yang lebih rajin dari kucing yang membaca buku di rumah itu. Mungkin kawan­ kawan [...]

Baca selengkapnya »

Naon

“Aku di sini, kemarilah Surliani. Cong Fahmi, jangan tinggalkan aku sendiri.” Bila malam tiba, suara itu [...]

Baca selengkapnya »

Kutunggu Kamu di Selat Bosphorus

AKU sungguh lelaki asing paling beruntung di kota ini! Kau bayangkan, setelah menelan kecewa sebab Darvish [...]

Baca selengkapnya »

Boneka Terakhir Seli

Kategori: Arsip Cerpen, Koran Tempo, Penulis:

Seharusnya jam delapan pagi itu Seli duduk manis di ruang kelas taman kanak-kanak sebagaimana anak-anak seusianya, [...]

Baca selengkapnya »

Fatma dan Lidahnya

KETIKA mendengar kabar kematian Nenek Nahadim, tak ada yang cukup membekas dalam ingatan Fatma tentang neneknya [...]

Baca selengkapnya »