Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara

Kategori: Arsip Puisi

Pergi ke Bukit

KAYAH menyeka keringat di dahinya. Di kakinya berpijak, kini terhampar sepetak lahan yang hampir selesai ditanam. [...]

Baca selengkapnya »

Setelah Pertemuan – Pintu Kecemasan – Rumah – Ketika Hujan Mengetuk Rumahku

Setelah Pertemuan aku lapar, sayang seperti trotoar yang lengang hanya lintas angin dan kecoa yang keluar [...]

Baca selengkapnya »

Mantra Hujan – Sabang – Bayangan

Mantra Hujan Seseorang muncul dari tengah hujan: bergaun hitam motif Krawang Gayo, bergerak di tengah kerumunan [...]

Baca selengkapnya »

Wasiat Penyair untuk Padma – Untuk Lelaki yang Terbunuh Sepi di Surga – Menatap Rindu di Cermin

Wasiat Penyair untuk Padma Padma penyair tidak gantung diri ditinggal kekasih tetapi penyair kan mabuk menangis [...]

Baca selengkapnya »

Perang Daun – Damai Air

Perang Daun jika ini tentang bunga tiada berani namamu kutanam di lubang dada jika ini tentangmu [...]

Baca selengkapnya »

Lenggo Geni kepada Cindua Mato – Mencari Puti Bungsu

Lenggo Geni kepada Cindua Mato Telah aku himpun berpuluh lesung berikut alu, Kakanda ketika tiga malam [...]

Baca selengkapnya »

Perjumpaan Ombak dan Pasir – Bukit Ratapan Angin – Mahaduka – Surat Cinta – Pecahkan

Perjumpaan Ombak dan Pasir melewati gelap, merobek hitam ombak selatan bersayap bentang biru menghela kabut debudebu [...]

Baca selengkapnya »

Liwuto – Sombaya – Gembala Perang

Liwuto bagaimana aku kenang kekalahan ini ketika perahu patah di Liwuto dan rindu merayu seseorang ingin [...]

Baca selengkapnya »

Aku, Rumi, dan Kahlil Gibran – Aku Ingin Pulang, Mak – Aku Ingin Berhenti – Ada yang Hilang Di Tali Jemuranmu

Aku, Rumi, dan Kahlil Gibran Saksikan. Sekarang, aku bingung akan menulis apa. Kuambil rokok yang tak [...]

Baca selengkapnya »