Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara

KUMPULAN CERPEN

Kategori: Suara Merdeka

Sayup Tifa Mengepung Humia

Kelak setelah dimiliki Bone, Waita akan menempati humia baru. Tidak lagi bersama Mama Aname. Waita akan [...]

Baca selengkapnya »

Mayat Gugat

Pagi masih meringkuk ketika ribuan mayat bangkit dari dalam kubur. Mayat-mayat itu melangkah gontai menyisiri sela [...]

Baca selengkapnya »

Dongkrek

Empat buta mengepung Mejayan. Menyemai pagebluk mengerikan. Satu hari, satu nyawa melayang. Sore lara, petang hari [...]

Baca selengkapnya »

Teo Berubah Jadi Bebek

Teo berubah jadi bebek. Suatu malam, listrik padam dan angin bertiup kencang. Jendela serta pintu yang [...]

Baca selengkapnya »

Sendainya Aku Tak Membunuhmu pada Malam Jahanam Itu

Aku duduk di tempat tidur, beralas kasur tipis berbau kapur barus. Sepertinya benda putih bulat dan [...]

Baca selengkapnya »

Kampung Pelarian

Setelah mengarungi hutan belantara, naikturun bukit dan lembah, dalam pelarian sampailah si Monyet di sebuah kampung [...]

Baca selengkapnya »

Lelaki Tua Dalam Bus

Lelaki tua itu duduk di bangku paling belakang sebuah bus jurusan Surabaya-Yogyakarta. Ia sudah tua, meski [...]

Baca selengkapnya »

Tentang Belly

Kami memanggilnya Belly. Dia senang membunyikan bel di setiap pintu di lantai ini dan konon itulah [...]

Baca selengkapnya »

Ular yang Menggigit Ibu

Tiga malam lalu, Ibu digigit ular. Kaki kanannya membengkak dan kaku. Segera dia dilarikan ke pawang [...]

Baca selengkapnya »

Pemakaman Baru

“Ibumu telah mati.” “Ya.” “Kita harus segera menguburnya.” “Aku tak punya uang.” “Tapi kau masih punya [...]

Baca selengkapnya »