Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara

Kategori: Suara Merdeka

Kau Tersenyum di Bulan Itu – Dzikir Batik – Kali Loji dan Batik

Kau Tersenyum di Bulan Itu kutahu rembulan menulis nama-Mu jauh di lubuk hatiku sehingga Kau dan [...]

Baca selengkapnya »

Setelah Berbohong untuk Pamit Tidur

KEISYA tidak ingat sejak kapan mulai berbohong saat pamit tidur. Itulah ritual yang orang tuanya ajarkan [...]

Baca selengkapnya »

Rakyat – Metamorfosa – Tentang Kota yang Tak Mengeluh – Bukit Gombel Malam Hari

Rakyat Rakyat adalah lahan jarahan Politikus busuk pemuja kekuasaan Hingga tak sedikit pun sungkan Menelan nanah [...]

Baca selengkapnya »

Asrama Serigala

DERAP kaki dan lolongan serigala yang kudengar, meski bukan saat purnama, membuatku agak memercayai dongeng yang [...]

Baca selengkapnya »

kuharap kau hadir – air mata – rindu menjemput

kuharap kau hadir kuharap kau hadir bunga hampir layu di taman daun daun menguning dibilas kemarau [...]

Baca selengkapnya »

Sebuah Taman, Sebuah Pertemuan

“JADI, sudah berapa tahun kita tidak bertemu?” Mereka berjalan pelan. Menyusuri taman. Seperti sepasang kupu-kupu yang [...]

Baca selengkapnya »

Pesona Farida

SURYA tampak lelah di ufuk senja. Awan hitam berarak lambat penuh nestapa. Hati Farida gundah teringat [...]

Baca selengkapnya »

Harum Tubuh Penyair – Jiwa-Jiwa Tersepuh Embun – Kalau Ada Waktumu – Ini Senja Entah Keseribu Berapa – Laut Kehilangan Debur

Harum Tubuh Penyair Jika pagi ini engkau hanya bisa melihat jejakku di pasir pantai Nusakambangan itu [...]

Baca selengkapnya »

Ingin Kupeluk Dia Lebih Erat

SEBENTAR lagi Kakek pergi. Selamanya. Memang tak ada apa pun yang bisa didapat para buruh dan [...]

Baca selengkapnya »

Gema Orang-orang Jurang Ara – Nenek Moyangku Seorang Pesawah

Gema Orang-orang Jurang Ara Kitalah orang-orang desa jurang ara, hidup dari keringat kuning waktu. Sementara tubuh [...]

Baca selengkapnya »