Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara

KUMPULAN CERPEN

sini apasih Kategori: Suara Merdeka

Kebijakan

Kategori: Arsip Cerpen, Suara Merdeka, Penulis:

SEMINGGU lagi aku akan bertemu Tuhan. Kau bersedia membantuku?” “Tentu saja.”  “Aku ingin menjadi pendengar yang [...]

Baca selengkapnya »

Sembahyang Sebutir Peluru

ORANG-ORANG kampung itu masih berada dalam kekhusyukan mahakhusyuk ketika letusan pistol saya menggema dan peluru melesat [...]

Baca selengkapnya »

Perempuan Berambut Panjang dan Lelaki Sunyi

SEPERTI dalam puisi, ia menangis di tengah hujan. Agar airmatanya menyatu dalam rintik air dari langit [...]

Baca selengkapnya »

Ruang Anamnesa – Yang Lupa Terlahir dari Rahim – Berkarib Matahari

Ruang Anamnesa Kumulai dengan pagi membiru yang tampak dari wajahmu pucat pasi memberi arti bahwa jisimmu [...]

Baca selengkapnya »

Pohon Menangis

DAHULU berharap agar Kentos berubah menjadi baik, sesudah mendamba hujan di tengah kemarau terik. Pancaran hidayah [...]

Baca selengkapnya »

Saronen – Baut – Penebar Sauh

Saronen* Bagaimana menerjemahkan suaramu di tengah badai yang makin sering menegur tidurku? Padahal telah kumulai tirakatku [...]

Baca selengkapnya »

Gitar Bergambar Wajah Raja Dangdut

BUS kecil beroda enam yang bodinya penuh dempul itu berhenti di seberang masjid berkubah hijau. Berdiri di [...]

Baca selengkapnya »

Ingin Sesaat Melupakanmu – Perpisahan Dalam Doa – Irna dan Nadzomnya

Ingin Sesaat Melupakanmu ”Aku ingin bersandar pada senja Di mana kesedihanku terhapus meganya!” Atas nama salammu [...]

Baca selengkapnya »

Pelor Kebosanan

DIAM-diam tatapan mata itu seperti menikam. Sekujur tubuh saya dijalari oleh suatu keanehan. Saya tidak mengerti [...]

Baca selengkapnya »

Perjalanan dalam Kabut

DEBUR ombak terdengar berkejaran. Suara itu seperti telah menyatu dengan denyut jantungnya sendiri. Tak pernah henti. [...]

Baca selengkapnya »