Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara

Kategori: Suara Merdeka

Hujan

“APAKAH hujan terbuat dari kesedihan sehingga setiap kali ada hujan kau menangis?’’ Kau diam. Matamu berkaca-kaca. [...]

Baca selengkapnya »

Lelaki Tak Bermata dan Anjing Kudisan

/1/ Kesaksian Kedua Penunggu Makam AKU melihat sendiri betapa lelaki tak bermata itu meratap dan memohon [...]

Baca selengkapnya »

Dua Kisah antara Bunga dan Cinta

Kategori: Arsip Cerpen, Suara Merdeka, Penulis:

(1) Riwayat Bill Palmer SAAT John sedang meracik anggur di dalam gelas, seorang lelaki bertongkat masuk [...]

Baca selengkapnya »

Sungai Wong Agung

Prolog SETIAP kali ada orang berkunjung ke desaku pasti akan bertanya tentang sungai yang meliuk-liuk panjang [...]

Baca selengkapnya »

Lelaki Pohon Ubi Kayu

LOM selalu membayangkan dirinya adalah sebatang pohon ubi kayu ketika melihat Tin, perempuan yang selalu menyunggi [...]

Baca selengkapnya »

Pintu Waktuku – Penat Menggenap – Mengemas Segala Cemas – Rubuh Dalam Peluh – Mantera Bidadari

Pintu Waktuku pintu mana yang hendak kautuju sedangkan kelak akan kaulihat benda-benda serupa pintu sementara tubuhmu sudah [...]

Baca selengkapnya »

Katastrofa

JIKA kau menerawang jauh ke tepian telaga lumpur itu, di sisi paling sudut, sebelah kanan, berdekatan dengan [...]

Baca selengkapnya »

Kebusukan

KEPALANYA lengkung pisang tanduk, kedua bola matanya berwarna magenta, telinganya adalah daun sirih yang sudah tua, [...]

Baca selengkapnya »

NEK SIRIH

Mahmunah mengurut satu demi satu jari tangannya, seolah menghitung dan takut salah satu jarinya hilang. Dia [...]

Baca selengkapnya »

Bunuh diri

Badrowi hendak bunuh diri. Sudah berkali-kali dicobanya. Sekali, hendak diputusnya kontrak kehidupan pada seutas tali. Sayangnya, [...]

Baca selengkapnya »