Paduka Berhala – Kemoceng – Kerupuk – Caluk – Orang Dusun

Karya . Dikliping tanggal 10 Desember 2017 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Kompas

Paduka Berhala

Kubiarkan nyamuk-nyamuk kegelapan
Menambang darahku di luar asap damar.

Kubiarkan sulur-sulur senja
Mengupak hasratku di atas api kesunyian.

Kubiarkan rebus batu kuap
Rendang sapiku dan kacang panjang.

Kubiarkan gulai tunjang dan sambal teri
Gado-gado air suling dan putih nasiku.

Segala kecap di ujung ratap,
Segala serat di tulang singkap,

Kubiarkan lambung panas mengurai spageti
Sebagai vampir di bawah jam tidur matahari


Muarabungo, 2017

Kemoceng

Tak ada debu matahari di lantai ini.
Tak ada badai kuaci di meja ini.

Baca juga:  Upaya Menulis Sajak Cinta - Penikmat Organ Tunggal - Di Kedai Kopi Bengras Padang - Kering - Politikus Kita - Menggugat Nota Merah

Selimut debu
Hablur di angin lalu.

Dengkur melembing
Di ujung baring.

Seujar angin lalu
Bersilat di lubang pintu.

Di ekor kucing persia kini cuma ada klakson jangkrik
Bergetar seperti remuk api di kepala busi

Muarabungo, 2017

Kerupuk

Santap aku dengan kuah pical dan saus tomatmu
Tegaskan gigit sebelum pecah darah dalam derukmu.

Lempar aku ke relung perut hitam kucing jantanmu
Tetak ngiau sebelum serat meliputi prasangkamu.

Retas aku dengan tanda seru dalam nadimu,
Tandai kerapuhanku sebelum detak waktu remuk batu.

Muarabungo, 2017

Caluk

Tak perlu udang di balik batu
Bila ingin memancing ikan di laut jantungku.

Baca juga:  Plesetan Pantun Minggu ke-3 Januari 2016

Tak perlu harimau di balik pintu
Bila ingin memangsa rusa di rimba hatiku.


Muarabungo, 2017


Orang Dusun

Orang dusun lebih memahami
Kenapa serumpun betung yang tumbuh di bibir jurang
Lebih mampu membendung  tanah longsor
Ketimbang berbatang-batang kayu rengas di puncak bukit.

Orang dusun lebih mengerti
Kenapa giam dan keruing
Lebih mampu mengambang bertahun-tahun di atas Batanghari
Ketimbang setongkang kayu gabus


Muarabungo, 2017

Ramoun Apta lahir di Muarabungo, Jambi 26 Oktober 1991. Alumnus Jurusan Sastra Indonesia Universitas Andalan, Padang, ini sedang melanjutkan studi pascasarjana di universitas yang sama. Ia bergiat di Labor Penulisan Kreatif (LPK)

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Ramoun Apta
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Kompas” Sabtu 9 Desember 2017