Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara

KUMPULAN CERPEN

Seribu Cahaya di Langit Muram

SETELAH memastikan teman-teman satu kamarnya tidur, Zain dan Buyung membuka lemari pakaian. Dua bocah sebelas tahun [...]

Baca selengkapnya »

Kepada Siapakah Dia akan Menyusu?

AKU sendiri yang menjadi saksi atas kematian suami­ku. Dengan malas maut menjemputnya. Kaki A Chun menjuntai [...]

Baca selengkapnya »

Kalender Terakhir

KURANG lebih ada dua puluh tiga angka yang merah di kalender tahun ini. Kita bisa merencanakan [...]

Baca selengkapnya »

Boneka Kucing

Paino duduk sedikit jongkok di mobil bak terbuka yang dipasangi kain terpal penutup bersama enam kawan. [...]

Baca selengkapnya »

Kyai Sepuh

KYAI Sepuh bukan dukun, bukan tukang ramal, bukan pula tukang tenung. Kyai Sepuh hanyalah seorang pemain [...]

Baca selengkapnya »

Memoar Sebuah Pasola

Apa yang kau tuntut dari sebuah kematian yang sudah direncanakan oleh leluhur, Todha? Hampir sebulan lamanya [...]

Baca selengkapnya »

Di Mana Alamat Rindu

Di Mana Alamat Rindu I: Dialog kau bertanya, di mana alamat rindu? ketika kujawab, di hati [...]

Baca selengkapnya »

Karangan Bunga

Seharusnya Sabtu pagi itu menjadi hari yang cerah dan tenang bagi Helene. Pukul sembilan ia akan [...]

Baca selengkapnya »

Rambut Api Pamela Paganini

Gesekan biola dari tahun 1792, ketika Alessandro Rolla melihat lelaki kecil itu memainkan satu komposisi yang [...]

Baca selengkapnya »

Marni

MARNI mendayung perahu kecilnya lebih jauh. Air kembang berwadah mangkuk perlahan ia percikkan pada keluasan samudra. [...]

Baca selengkapnya »