Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara

KUMPULAN CERPEN

Senyum yang Pergi – Senyum Dara Desa

Senyum yang Pergi Saat dingin merampas hati, maka sepi semakin menikam diri.   Apalagi yang harus [...]

Baca selengkapnya »

lmajinasi Liar – Tiang

lmajinasi Liar Imajinasi Liar   Imajinasi liar Seringkali menimbulkan gusar   lmajinasi liar Sering kali membuat [...]

Baca selengkapnya »

Tidurlah Saja – Gempa – Hilang – Bendera

Kategori: Arsip Puisi, Suara Merdeka, Penulis:

Tidurlah Saja Tidurlah saja di pembaringan hati, terpuji jika mengingat mati mimpi-mimpi pun terjaga, sebagaimana rembulan [...]

Baca selengkapnya »

Kandas – Cahaya – Kematian – Kepada

Kandas Jalan ini terlalu jauh untuk ditempuh Dan tak menawarkan apa-apa Selain sejumlah kegelisahan dan kecemasan [...]

Baca selengkapnya »

Hujan belum Turun di Teluk Kao

APABILA 50 tahun lagi aku menderita demensia sehingga lupa mengutuk kekuasaan yang begitu jahat, lewat politik [...]

Baca selengkapnya »

Perempuan Terindah

Jadi kau akan benar-benar meninggalkanku? Setelah tahun-tahun berlalu. Bersama. Penuh dengan bahagia. (+) – Kau tak [...]

Baca selengkapnya »

Mayat Masa Lalu

Seonggok mayat dirubung lalat di halamanku, persis di bawah pohon nangka. Jauh sebelum itu terjadi, berpuluh [...]

Baca selengkapnya »

Dajjal di Kampung Surga

Kegemparan pecah di Kampung Surga. Wajah para penghuni yang selama ini selalu berseri dibinari senyum suci, [...]

Baca selengkapnya »

Maria dan Toko Baju

Saya perhatikan perempuan itu tidak pernah absen kemari setiap sore, selepas para buruh kelar memeras tenaga [...]

Baca selengkapnya »

Sebatang Kamboja

AKU sebatang kamboja tua. Kini, 118 tahun usiaku. Aku lahir dan tumbuh di kuburan ini. Serangkaian [...]

Baca selengkapnya »