Pakter Tuak

Karya . Dikliping tanggal 15 April 2019 dalam kategori Arsip Puisi, Kedaulatan Rakyat, Koran Lokal

Pakter Tuak

 
Ampunilah golok paragat yang menebang
daging arenmu hingga terbelah rekah
dengan cangkang yang agam dan cegak retas dibuang
sedang inti dalam tengah dicincang
 
Serupa daun pandan kau bakal tenggelam
ke dalam wadah kepunyaan Inang marupang
yang memberkahi persabungan
dengan ludah sirih dan jampi-jampi
 
Terberkatilah
untuk kesekian kali kau takkan dibiarkan sendiri
sebab kayu laru telah menawarkan diri
sebagai petarung melawan sepi dari sakitnya pukulan
lesung
hingga menatap nyawa dierami nyali
 
Waktu merayap begitu tinggi,
sampai jua luluk putih lepas dari serat,
bermula kuning telur pucat
hingga rasa pahit itu lembap,
di ujung lidah penuh geliat
 
dari kejauhan bukit-bukit yang meninggi,
gurun-gurun bugil,
jalan kampung yang becek dan lengang
aromamu telah terkenang,
sebab mengandung candu bagi laki-laki
untuk bertandang ke lapo tuak
bermain judi atau sekadar Marmitu diri
 
Pekanbaru, 04/03/19
 

Batang Sorgum

 
Di desa Wanibesak
Kau akan menjadi tulang punggung bagi para petani
berhati linglung
 
sebab musim tak mampu membaca kemarau yang liar
berkunjung
bertandanglah, papah nasib penabuh lumbung kian bun-
tung
 
di musim paling ingin, Segala gejala telah kami pasrah
dari atas tindakan
maka tumbuh dan berkembanglah
 
sebelum kau dimangsa Bapak Sintus Bere yang gegabah
sebelum kau tertumbuk dan luruh di Kakorut tinggal
sabah
 
di kakimu yang semak dan kekar, sebagai upaya telah
kami panjat Doa mengakar
dari Tuhan kami yang tak berhati ingkar, yang terjaga dari
angin buritan dan hujan riam
agar ranting kering, dahan pandak, daun cengkar, dapat
tumbuh dewasa, semilir purba.
 
Pekanbaru, 2019

 

Memburu Sigumoang Sipoholon

Kusiapkan Gadam untuk menyuruhmu bertandang:
Benang benalu putih merah, kain hitam
kusingkap diserat otot pinggan sapi putih itu sebagai
sesaji
mengalihkan leluhur mencuat ke permukaan diri.
 
Kemarilah begu Sombaon, persembahan agung telah
datang
Panggil si Pangarasun yang berulah tingkap menganut
ilmu hitam
Yang memangsa kampung bona pasogit dilanda duka
kematian
 
Puah! bertandanglah kau, maniskan syahwatmu yang
sudah matang!
Jangan kauanggap kami manusia awam,
yang tak lihai mencium gelagatmu bertandang.
Maka sesulur-sulur kami patahkan dirimu
dengan sebuah sembur sari sirih dan jampi,
sebagai tapak memburu jantanmu yang meriang.
 
Pekanbaru, 2019
 
Catatan
Paragat: orang yang mengolah aren.
Lapo tuak: kedai tuak.
Marmitu: minum tuak bersama sambil bernyanyi ria.
Parter tuak: cara membuat minuman khas suku Batak.
Batang sorgum: tanaman yang turun-temurun ditanam
masyarakat desa Wanibesak, Malaka.
Sigumoang: orang yang memelihara begu atau setan.

Pusvi Defi, kelahiran Medan, 23 Juni 1994, berdomisili di Riau, Pelalawan. Karyanya termuat di berbagai media. | “Suara Merdeka” 

Keterangan

[1] "Pakter Tuak" adalah salah satu kliping yang disalin dari karya
[2] Arsip Puisi, Kedaulatan Rakyat, Koran Lokal ini pernah tersiar pada edisi Minggu (akhir-pekan) 14 April 2019.