Penjaga Senja – Lirik A – Luka – Menatap Senja di Wajah Nenek Luwina

Karya . Dikliping tanggal 21 Juni 2015 dalam kategori Arsip Cerpen, Arsip Puisi, Koran Lokal, Minggu Pagi

Penjaga Senja

matahari surup
air laut surut berat
sampan-sampan kandas
ada yang membasuh lumut pada perut sampan
saat angin kencang dengan ombak airnya keruh
aku duduk terpejam
di atas kayu mati
yang terdampar di tepi pantai
wajahnya hitam telanjang
dengan tubuh separuh terpendam ke dalam
pasir basar
angin semakin kencang
menabrak waktu
membentur pohon kelapa tua
pukulan palu itu menjadi keras bunyinya
saat matahari hampir tak terlihat lagi
orang-orang menjaring wkatu menancapkan 
bambu runcing
dengan beratus pukulan
sementara kakek masih memutihkan
perut sampannya
yang sekian waktu dibiarkannya
menelan lumut-lumut
aku menoleh ke belakang
saat satu bintang terpanah ke arah dadaku

Lirik A

tebanglah segala yang hijau di tubuh yang tumbuh
tuanglah seribu kemaraumu
lalu bakar aku sepuas suaramu
mengeja batu sunyi
pada delapan tarikan purnama yang pingsan di
pintu langit

Luka

Semenjak terperanjat desah angin timur
rindu-rindu tercampur air laut
segunung batu karang 
air matanya mengaung menghabisi tubuh
di detak dini hari
ia bunuh diri dalam lipatan telpon genggam
di antara lapisan suara sunyi
bergetar keras di atas buku semesta sabda

Menatap Senja di Wajah Nenek Luwina

Senja subuh pada tubuhnya
ia memikul kulit kelapa yang sudah matang
yang sudah lama ditimbun batu-batu karang
dan sudah ribuan kali diterjang ombak besar
senja rubuh pada tubuhnya
arus dan ombak berlawanan
sudah ribuan kali ia temukan
dalam kantong bajunya
senja hinggap dikerudungnya
warnanya tidak begitu putih
dengan kaki rapuh
ia naiki gunung tanah merah
tepat di kuncup matahari
senja kelam ke tubuhnya
kulit kelapa yang matang
ia tinggalkan di atas gumpalan tanah merah
berharap anak cucunya 
menjadikannya sapu
untuk halaman rumah dan rumah.
Abd Sofi: lahir di Bicabi Dungek Sumenep Madura, 17 Juli 1991. Nyantri di Pondok Pesantren Nurul Iman Madura. Bergiat di Sastra Gubuk Reot Dungkek Pesisir Sumenep. Kumpulan puisi terbarunya Di Ujung Senja (2014).
Rujukan:
[1] Disalin dari karya Abd Sofi
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Minggu Pagi” pada 21 Juni 2015
Beri Nilai-Bintang!