Penyesalan – Hari Libur – Sepasang Kekasih – Hujan dan Dingin

Karya . Dikliping tanggal 15 Februari 2015 dalam kategori Arsip Puisi, Media Indonesia

Penyesalan 

malam mulai tumpah saat tuah dirapalkan
dan bulir-bulir keringat bercucuran dari
lambung yang tertikam tombak para prajurit

di tepian kitab kita mengetahui
para prajurit mengelabui diri sendiri menyaksikan
si pengkhianat tergantung menyesali
lambung itu yang tak mungkin pernah mati

2015 

Hari Libur 

pada sebuah hari libur buku dan kutu mulai
berjamur
menandakan tubuh lesap diisap jemu hingga
menjelang subuh
musuh menyelinap masuk di sela jendela depan
rumahmu
yang abai kau perhatikan setiap menjelang lelap

2015

Sepasang Kekasih 

sepasang kekasih adalah kita
tersekat garis imaji
memegang setiap kesedihan; sangat presisi

detak jantung mulai melambat
di kala berbagai kisah datang merapat
menyepuh reribuan air mata ke bibirmu, tipis

2015

Hujan dan Dingin

hujan dan dingin jadi teman sejati
menjalarkan kesepian di saat sendiri
ketika penolakan dari rumah penginapan
menetapkan setitik harapan tentang penebusan

hujan dan dingin di malam hari
memanggil bintang dari ujung timur
saat para raja menghaturkan sesembahan
          ;emas, kemenyan, dan mur wujudnya

di kala siang datang nafsu dan kuasa saling buru
sembari mengharapan mentari datang
di malam penuh teriakan untuk menjadi juru damai
yang paling pandai merasai rasa sakit di ujung salib

2015

Buku dan Peluru 

buku adalah peluru
ujarmu di kala sendu
kancing bajumu belum
jua kau pasang saat mentari
menyapa kulitmu yang lusuh

kau lupa bagaimana
cara membaca buku dan
menembakkan peluru ketika
duka dan lara menyergapmu begitu lugu

2015

Atanasius Rony Fernandez, lahir di Mataram, 21 Agustus 1992. Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Mataram, kini bergiat di Unit Kegiatan Pers Kampus Mahasiswa (UKPKM) Universitas Mataram.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Atanasius Rony Fernandez
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Media Indonesia” pada 15 Februari 2015