Perbedaan Adalah – Pengungsi

Karya . Dikliping tanggal 28 Januari 2018 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Lokal, Pikiran Rakyat

Perbedaan Adalah

Tujuh lempang pelangi
disapu-sapu
jadi pekat arang.

Corak-corak merak
diderai angin
jadi hijau alga.

Rona kuntum padma
dihinggap layu
jadi seragam cokelat.

Rupa-rupa hatiku
dikerudungi
jadi putih satu.

Pengungsi

Gula senja sudah larut di kopi malam;
rumah ini tetap surya malas-malasn.
Padahal, cuma aku dan ibu di dalam.

“Ini rumah, Bu, apa pasar swalayan?”
“Mari, Nak, kau tak tahu saja, selain gelap,
cahaya juga pengusir senyap.”

Baca juga:  Kenangan Hari Raya

Senyap lampu tertaut di mana?
Ini rumah sarang rayap sarang senyao:
sepi ada di mana-mana.

Ibu tak melihat sepi tidur di kasur tamu?
Tak mendengar nyanyi dia di kamar manndi/?
Tak tahu di beranda berencana abadi?

“Mari, Nak, ini cerek panas kue krispi.”
Di dapuar aku dan ibu, kadang diam kadang biara
mirip pengungsi di rumah sendiri.

M Dirgantara, menulis puisi dan prosa. Sakrang bermukim di DI Yogyakarta setelah menyelesaikan studinya di Universitas Sanata Dharma.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya M Dirgantara
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Pikiran Rakyat” edisi Minggu 28 Januari 2018