Perihal Waktu

Karya . Dikliping tanggal 2 Juli 2017 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Lokal, Pikiran Rakyat

1/

waktu mengendap ke dalam
secangkir teh
harumnya sampai padamu;
senja yang terentang
di luar jendela
selembar tirai membuka
seperti sebuah kotak
di dalam rumah ibadah;

tanganmu terulur menjatuhkan
sekian derma
berharap menitip pahala
pada-Nya
namun seberapa berat

timbangan keikhlasannya,
kau tak akan tahu
tidak tanganmu
maupun keimananmu

2/

waktu menyerap lembar-lembar
sebuah buku
rupanya putih dan rapih
namun kesabarannya tak akan
ia sampaikan padamu

meski kau menempatkannya
di sudut terdalam laci,
di kolong ranjang mimpimu
di dasar keranjang baju,
bahkan di luar ingatanmu

Baca juga:  Menunggu Martin

seperti sebuah kemenangan
ia diam menunggu;
kata pertama yang kau jatuhkan

Lailaul Kiptiyah, lahir dan besar di Blitar, Jawa Timur, 20 Juli
1975. Puisi-puisinya dimuat di berbagai media massa. Setelah lama
bekerja di Jakarta, sejak 2014 menetap di Mataram dan turut bergabung di
komunitas Akarpohon Mataram, NTB.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Lailatul Kiptiyah
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Pikiran Rakyat” Minggu 2 Juli 2017