Persiapan Memburu Begu – Begu dalam Kepalaku – Pedang dari Opung

Karya . Dikliping tanggal 25 Januari 2015 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Kompas

Persiapan Memburu Begu

telah kubidai tangan dengan bilah bambu, 
setelah pernah tujuh kali diserang begu
kubilai lagi pedang yang patah ujung, ke batu asahan,
tajamlah matanya yang pecah, kusemburkan air basuhan,
jampi berisi ke matanya, dan ke pinggang ia kusarungkan
dengan segenap bekap, ulu ini kugenggam,
yang sekian jumlah purnama diperam malam
ini pedang hendak menebas batang lehermu,
sekali tetak meruntuhkan ruh, memecah rabu
bila sampi bilaian terakhir, aku pun masih semahir dahulu,
beri jalan padaku, sebab pedang ini hendak merenggut ruhmu.
Pekanbaru, 2014

Begu dalam Kepalaku

ada banyak begu dalam kepalaku,
memanggil-manggil namamu,
mereka ingin mengark revolusi,
di bawah kerampangmu itu.
Pekanbaru, 2014

Pedang dari Opung

ke marilah, Nini,
akan kutitiskan padamu rahasia pedang,
perkara pedang dan begu yang berseteru dalam dirimu,
duduklah dengan niat penuh,
dan dinginkan jantungmu,
dengan air kudu yang kuramu
pedan ini, Nini,
telah genap diperam di bawah cahaya purnama,
air basuhan dan ritual tepung tawar ini,
pun telah selesai dijampi para datu
dan setanggi pengusir nasib buruk,
juga tondi yang kerap terpuruk,
agar sembahyangmu khusyuk,
lalu teguhlah imanmu,
yang kerap dibekap begu,
penghuni lembah bermuka buruk
lilitkan benang hitam-merah di pinggang, 
percikkan air basuhan ke mata pedang,
renjiskan tujuh kali berulang-ulang,
bacakan mantera paling agung,
biar bergetar segala dada begu penjaga gunung
“puh puh puh, inilah
Pedangku, diberkatilah!”
“menjadilah kau dalam sumpah,
Mengilatkan kau di kilau mata, puih!”
Pekanbaru, 2014

May Moon Nasution lahir di Singkuang Mandailing Natal, Sumatera Utara, 2 Maret 1988. Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Islam Riau, Pekanbaru. Bergiat di Komunitas Paragraf.
Rujukan:
[1] Disalin dari karya May Moon Nasution
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Kompas” pada 25 Januari 2015