Prabu Lalu Prabu Lalang Prabu Datang

Karya . Dikliping tanggal 20 September 2015 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Lokal, Pikiran Rakyat

abadikan negeri?

(Dari baginda, maharaja, duli Tuanku sampai yang Mulia tersebut Agung Prabu)
Engkaukah itu tuan berkunjung dengan abadi tanda masa lalu?
bual jelata, memutar bundar kemudi pinisi bernyanyi mengabulkan janji
berlayar malam hari dengan didong lagak lagu, berharap pagi tiba di pulau tepi.
padahal janggutmu malam tiap malam masih berahikan darah berguci-guci
Perempuan mana yang tak kau timang, mertua mana tak kau beli, bual laksamana
berbudi. hulubalangmu menghardik kami.
Katamu kami sudah beranjak dari derajat kelasi
Ooo, prabu, upeti mana yang mesti kami janjikan lagi, kesabaran apa yang harus
kuikhlaskan. lautan panjang kami pandang, di mana cakrawala memanggul semangat?
terlanjur kami setia, berpantang marah karena mahkotamu engkau Prabu.
tapi mestikah kami mendusta dahaga, mengingkari lapar, mengaminkan bekal tak
di sini
memasung raung-raung dalam timbul-tenggelam buih. Gelap gulita sesunggukan.
bukankah janjimu, kami bergilir makan malam denganmu prabu baik hati?
tapi perempuanmu bergantian bunting muda, bergantian kenyang di buritan. bilangan
kami mengerdil. jauh menjamah kemudi. Ladang, pepohonan dan kenari
kau pundi-pundi alasanmu bekal kita nanti di musim menggadai.
Prabu, penanggalan ke berapa kita sepakat berbagi?
Sudahlah berjanji.

Medan 13 Agustus 2014



Bresman Marpaung, lahir di Pematang Siantar tanggal 15 April 1968. Saat ini bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil di Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada Balai Pengelolaan Hutan Mangrove wilayah II Medan.



Rujukan:
[1] Disalin dari karya Bresman Marpaung
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Pikiran Rakyat” Minggu 20 September 2015