Ihram – Tahalul – Jabal Uhud – Bier Ali – Ke Mana Kita Kembali?

Karya . Dikliping tanggal 1 Februari 2015 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Lokal, Minggu Pagi

Ihram 

Aku sematkan cahaya di kedalaman gelap
Dalam hatiku yang kadang gundah
Biarlah sukmaku pergi mencari surga
Tempat kita akan berjumpa kelak dalam kenangan
Aku selempangkan kain putih di punggung malam
Yang tersu berputar mengitari kesendirian
Sampai pegal dna lungkrah ini menjadi penanda
Betapa ikhtiar tak cukup dengan kata-kata
Masjidil Haram, Desember 2014

Tahalul

Aku persembahkan segenggam rambut yang mulai memutih ini
Sebagai timbangan luka pada amsa silam
Berapa berat cobaan dan ujian mendedah dada
Yang penuh sesak oleh kedukaan
Hanya waktu terus memutar balik arah jarum jam
Dan aku terus berlari dan berlari
Mengitari pilihan dan hasrat yang tak pernah mati
Segenggam rambut ini
Kularung pada pedang sunyi
Tempat kita berbagi
Menempa diri dan hati
Kembali suci
Kembali menjadi sukma sejati
Makkah, Desember 2014

Jabal Uhud

Ini adalah kekalahan 
Bagi para peragu
Saat khilaf
Menguasai prahara
Tak ada panah dan pedang
Kecuali takbir dan sholawat
Berhamburan ke udara
Membuncah samudera khianat
Di sini tempatku menjadi
Lepas dari himpitan uji
Budak yang merdeka
Dari khilaf dan dosa
Madinah, Desember 2014

Bier Ali

Datang dari manakah kesadaran ini?
Kecuali kekeringan yang melanda
Padang-padang rumput
Dalam dada kita
Mungkin hari-hari akan bertambah senyap
Saat senja merengkuh
Dan beban kian berlabuh
Saatnya dimulai dari sini
Kepasrahan menerima segala benci dan caci maki
Berangkat menuju rumah kembali
Dalam derai airmata abadi
Makkah, Desember 2014Kabah

Ke mana kita kembali? bisikmu

Ke rumah Allah, gumamku

Bukan persinggahan
Bukan pula tempat sesembahan
Inilah penanda waktu
Yang kita ulang kembali
Rekam dan jejak masa silam
Merugi
Dan senantiasa merugi
Ketika nafsu membelenggu
Ketika hasrat berpeluh teluh
Pikiran pedih
Luka terkoyak
Ilmu berdebu
Harta rampasan
Perhiasan riya
Zina indera
Yang mungkin tak berbilang kenang
Ke mana kita kembali?
Ke rumah Allah ini!
Makkah, Desember 2014



Rujukan:
[1] Disalin dari karya Hazwan Iskandar Jaya
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Minggu Pagi” pada 1 Februari 2015