Silsilah Ruko Tua

Karya . Dikliping tanggal 22 Februari 2015 dalam kategori Arsip Puisi, Kedaulatan Rakyat, Koran Lokal

Silsilah Ruko Tua

ini ruko, dari luar segala nampak: sukacita
mendiang buyut menjelma mesin jahit tuan,
sisa keluletannya menyaru sebagai pakaian
di hanger dan rak-rak panjang, melambailah
untung-rugi niaga
seumpama kain-kain pajangan

“jika sedang sepi toko dari pelanggan,
ingatlah ia yang jauh merantau
dari seberang lautan!”
: demikian kakek merawat apak kenangan

maka di dinding-dinding, obituari pun
terbingkai pigura dengan kacanya yang berdebu
seperti pengap ingatan ah, terpaku juga duka di antara
surat ijin usaha dan piagam penghargaan

kadang kulihat dahi ayah dipenuhi kerut-merut
seperti gambar pola jahitan, diguntingnya
cita-cita hingga berserakan
seperti kain perca sebagian lagi tersimpan sebagai
berkardus-kardus buku menguning
di kolong ranjang

Baca juga:  Kenangan pada Sebuah Pertandingan

tapi tiap malam, kakek akan duduk di ruang tengah
dengan doa memanjang di tangannya teruntai rosario;
butir-butir haraoan dan dosa keluar yang rapat tersimpan

“berilah kami rejeki pada hari ini dan
ampunilah kesalahan kami seperti kami pun
mengampuni yang bersalah kepada kami”

sementara rasa lelah mengental di dasar teko,
ibu menanak nasi dalam periuk warisan
           nenek yang penyabar

di dapur yang lecek ia belajar jadi perempuan
teladan, seperti juga ketika belajar beranak pinak
dan merawat kesetiaan agar di meja makan, kami
penuh tawa penuh sendawa, oh diberkatilah
           yang lahap, meski sayur kurang garam

Baca juga:  Kaisar Hujan - Pengakuan Sepuntung Rokok - Plato dan Goa Ilusif - Stanza Karunia Langit - Pengantin Rokok dan Kopi - Menikmati Kopi - Kalung Sajak

toh, di tengah derit mesin jahit
sesekali bakal terdengar pula keluhan tentang
kopi tak kental!

maka lihatlah, lihatlah aku
    menyamar jadi kapur barus
di tumpukan baju tak terjual,
di antara buku-buku lama ayah
; berperang dengan ngengat dan rayap
yang terus menggerogoti kenangan

mengendap dan bersitahan sembari menulis otobiografi
sepenggal

Yogyakarta, 2011





*Sunlie Thomas Alexander. menulis cerpen, puisi, esai, kritik sastra, catatan sepakbola, dan ulasan seni rupa di berbagai media dan antologi komunal yang terbit di Indonesia, serta sesekali mengerjakan terjemahan. Menerbitkan dua buku cerpen, yakni Malam Buta Yin (Gama Media, 2009) dan Istri Muda Dewa Dapur (Ladang Pustaka & Terusan Tua, 2012), serta satu buku puisi dengan judul Sisik Ular Tangga (Halaman Indonesia, 2014)





Rujukan:
[1] Disalin dari karya Sunlie Thomas Alexander
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Kedaulatan Rakyat” pada 22 Februari 2015

Baca juga:  Akong