Akulah Bunga Karang – Sebijak Sajak

Karya . Dikliping tanggal 8 Maret 2015 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Lokal, Pikiran Rakyat

Akulah
Bunga Karang

kekasih, gelembung-gelembung
airmu
di taman bunga-bunga karang
di palung lautan yang terdalam
telah mengabarkanku risalah
panjang
dari setiap butir garam yang
kukecup
dan kucecap mesra dari mata
ikanmu
aku akan selalu menunggumu
di dermaga seusai gerimis
membentangkan selendang pelangi
dan cahaya bulan membasuh
malam-malamku penuh kehangatan
dalam dongeng kucing dan rembulan
kekasih aku tahu kau di sana,
dengan mahar akar bahar di
tanganmu
dan sebongkah permata pirus
untuk kau kalungkan di dadaku
yang sintal oleh kerinduan
kekasih, matamu penuh pukat
ketika menatap ombak pasang
dan burung camar menukik
dengan suara terpekik menangkap
setiap isyarat gelombang
jika kau akan datang di akhir
tujuh purnama
: untuk memetikku sebagai bunga karang
Denpasar
30112013

Sebijak
Sajak

selalu saja aku
mencium bau laut
seperti kenangan
yang tak pernah luput
selalu saja aku
ingin berdiri di sana
menatap jauh ke
balik cakrawala
peristiwa demi
peristiwa
membuat peta lama
tanpa jeda
di antara tangis
dan tertawa
di mana dia selalu
ada
membawa
kisah-kisah lama
membuatku selalu
terlena
tapi setiapkali
aku terjaga
waktu ternyata
telah pasang dan surut
tinggal kabut di
pelupuk mata
semua cerita telah
hanyut
kini aku memungut
setiap makna
di atas hamparan
pasir yang tersisa
dan lidah-lidah
ombak
untuk menulismu
dalam setiap sajak
(meskipun
sajak-sajakku
tak
sebijak-bijakmu meninggalkan jejak… )
Denpasar
10112014


*)
Noor el Niel,
penyair

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Noor el Niel
[2] Pernah tersiar dalam surat kabar “Pikiran Rakyat” 8 Maret 2015