Baris-baris Kecil

Karya . Dikliping tanggal 29 Maret 2015 dalam kategori Arsip Puisi, Media Indonesia

Baris-baris Kecil 

1
Merambat
duka malam
sehitam arang
langit kekosongan.

2
Puisi
jagad sepi
tanpa lintasan
bintang-bintang mati.

3
Pergilah
kenanganku
biarkan angin
tinggal di mataku.

4
Beringin
tepi hari
lagu daunan
sepi beralunan.

5
Kemboja
tanah hampa
seorang dara
mencari kuburnya.

6
Sehabis
rinai tangis
alis matanya
lengkung bianglala.

7
Jam tua
detik lamban
pijar harapan
padam di selatan.

8
Lautan
karang sangsai
sehabis badai
maut berdeburan.

9
Semalam
hanya bulan
ranting kenangan
gigil sendirian.

Baca juga:  Ziarah Tanah Ayah - Sepanjang Jalan Ayah - Seumpama Hujan - Pusara Kata - Semalam Bersama Ibu - Pertemuan

10
Kereta
luncur pergi
cinta dan ajal
stasiun abadi.

11
Kujelang
sinar fajar
mata terpejam
pikiran benderang.

12
Tanganku
cangkul kayu
kerap menggali
sajak dalam diri.

13
Jalanan
kosong sepi
guguran daun
duka tak terhenti.

14
Gerimis 
pagi hari
uluran tangis
benang matahari.

15
Bibirmu
mangga matang
kukupas pelan
bila ajal datang.

2015 

Zulkifli Songyanan. Lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, 2 Juni 1990. Kini, tinggal di Parongpong, Bandung Barat. 

Baca juga:  Gara-Gara Angpau

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Zulkifli Songyanan
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Media Indonesia” pada 29 Maret 2015