Suatu Sore – Sajak Seorang Tua – Tentang Kita

Karya . Dikliping tanggal 5 April 2015 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Lokal, Pikiran Rakyat

Suatu Sore

Cemara-cemara hijau
Bukit-bukit hijau
Senyumanmu masa lampau.
Jalanku basah dan sepi
Senja pudar diguyur hujan
Kuaduk sendirian.
Selain angin,
Keinginan yang tak sampai
Kerinduan yang bertepuk
Sebelah tangan
Membuatku lebih menggigil
Detik-detik pun menghijau,
Senyumanmu
Hanya masa lampau
2014

Sajak Seorang Tua

Di keramaian kota, di depan senja
Di pinggir detik waktu
Aku tak pernah merasa tua
Jika bersamamu

Gigi ompong, keriput
Di sekitar wajah, uban ataupun
Punggung yang melengkung
Adalah bukti kerasnya
Aku mempertahankan rasa cinta
Dari hantaman usia.

Baca juga:  Plesetan Pantun Minggu ke-4 Januari 2016

Semilir angin di halaman
Jatuhkan daun-daun. Senja murung
Keceriaanku masih tergantung
Di ranting senyumanmu.

Sebab,
Aku pun tak pernah merasa menderita
Jika kau bersamaku
Dan di pipimu
Masih sering tampak lekuknya

2015


Tentang Kita

Akhinya kuputuskan berjalan sendirian
Aku sadar, kehidupanku,
Jalan berbatu,
Tanah-tanah tandus,
Dan kakimu yang berpelumas
Akan sukar melangkah mulus.

Bukan aku tak mencintaimu.
Aku tak ingin kau haus, lapar
Lantas terkapar.
Wajahmu yang kerap dilekati
Bedak-bedak mahal
Terlampau hina
Jika mesti mati muda
Dan disalatkan di mushola.

Baca juga:  Mengaji ke Hari Lalu - Pada Sajak, Segala Retak

Akhirnya aku putuskan berjalan sendirian,
Meninggalkanmu.
Sebab, seajaib apa pun cinta kita
Kebahagiaan tetaplah tanda tanya.

2014

*) Muhammad Hendrawan, mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UPI. Bergiat di Asas UPI dan CD Teater UPI. 

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Muhammad Hendrawan
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Pikiran Rakyat” 5 April 2015