Afeksi – Imitasi; Tentang Senyum – Cintailah Aku

Karya . Dikliping tanggal 31 Mei 2015 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Lokal, Pikiran Rakyat

Afeksi

Telah kau lahirkan marah dari rindumu yang lapar
Telah kau hasilkan marah dari matamu yang nanar
Bukankah aku adalah api yang kau ciptakan dari lidahmu yang basah?
Bukankah aku adalah panas yang kau bisikkan dari desah?

Dengar!
Dengarlah!
Bil aku adalah kepedihan
tak ada luka yang bisa kau dapatkan secara sengaja
kecuali kau mencoba mencintaiku!

Kota Muram, 2013

Imitasi; Tentang Senyum

Kau menciptakan sneyum dengan sempurna
seolah tak ada lagi tempat untuk luka,
tapi bahagia apakah bisa diterjemahkan dengan itu saja?

Baca juga:  Tuhan Sedang Bapergian¬†

Pada bening matamu yang dingin, aku sungguh yakin;
akan tiba waktunya di mana kau memeluk sepi,
dan lalu ingin meneriakkan rindu ke telinga hatiku yang mulai tuli!

Kota Muram, 20013

Cintailah Aku

Cintailah aku seperti ruang;
tanpa aku kau takkan bisa bergerak

Cintailah aku seperti bumi;
tanpa aku kau takkan mampu menapak

Kota Muram, 2014

Teguh Syafaat, penyair kelahiran Sukabumi, 10 Maret 1989

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Teguh Syafaat
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Pikiran Rakyat” 31 Mei 2015