Makam Seniman, Tengah Hari – Makam Pahlawan – Makam Pendekar, Sore Hari

Karya . Dikliping tanggal 3 Mei 2015 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Kompas

Makam Seniman, Tengah Hari

Kilau pualam
nisan
Jejak-jejak
wangi

Pohon peneduh
menari
angin
menyuling lagu

Kata
terhisap bukit
warna
terbagi

Ada kupu
mencari sepi
ada burung
ada cerita

Tangga
batu
rumput
dan langit

Terasa pergi
ternyata kembali

2015

Makam Pahlawan

Barisan kemangi
di balik pagar

Terasa arwah menjadi pohon
bisik angin
membuka kelopak bunga
di antara batu
rumput tertidur panjang

Di sini tidak ada darah
hanya udara
bercerita
perang sudah lama

Baca juga:  Terbongkar

Sepi
nisan-nisan bernama
burung dan capung
berputar
menuju sawah di seberang waktu

2015

Makam Pendekar, Sore Hari

Kubayangkan engkau bersila
menangkis serangan angin
mata cahaya
menghadang kata-kata musuhmu

Hati, senjata suci
kau lindungi dengan telapak tangan
nafasmu lembut sekali
menghimpun tenaga

Tak pernah engkau banyak bicara
cukup telunjuk atau telapak tangan
menggambar peta di udara
memusnahkan racun

Pada nisan terbaca gerak pengembaraan
pernah kau sampai kota nenek moyangku
di seberang sungai besar,
hutan bernyanyi.

Baca juga:  Tuan Habib dari Yaman - Rumah di Atas garam - Nubuat yang Datang Terlambat

2015

Mustofa W Hasyim memimpin Studio Pertunjukan Sastra Yogyakarta. Kumpulan puisinya antara lain Pohon Tak lagi Bertutur (2013).
Rujukan:
[1] Disalin dari karya Mustofa W Hasyim
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Kompas” 3 Mei 2015