Sajak-Sajak Buruh – Jelang Eksekusi – Pukul 13.30 – Pertemuan

Karya . Dikliping tanggal 21 Juni 2015 dalam kategori Arsip Puisi, Media Indonesia

Sajak-Sajak Buruh

buruh berjalan beriringan
membawa sepucuk harapan
diikuti ribuan bendera kebangkitan
bahwa hidup layak berbenah

sementara nyanyi merdu
sejenak menghiburnya
di antara kobaran api, bersemangat
membakar siang itu
diambillah sebungkus nasi untuk membungkam
cacing-cacing usus yang mulai protes

buruh terus berjalan beriringan
menggelar mantra dan doa
lalu sampai kapan ia akan berhenti, entahlah
karena di situlah nasib akan ditentukan

Ponorogo, 1 Mei 2015

Jelang Eksekusi 

berawal dari detik
beranjak ke menit
kemudian merujuk ke jam

Baca juga:  Getik Ikan Bethik - Getting Ikan Keting - Sekat Ikan Sepat - Seser Ikan Bader - Lekuk Ikan Kutuk - Pepaya

pada hitungan pertama
dia membayangkan neraka
hitungan kedua
       dia membayangkan surga
hitungan ketiga
       dia sudah pasrah
ah!

Ponorogo, 26 April 2015 

Pukul 13.30 

mula-mula ia ragu
adakah kehidupan baru
pada mimpi-mimpi kecil
sebab napasnya telah akrab dengan
udara kota yang hitam dan menyengat

Ponorogo, 9 April 2015 

Pertemuan 

kepada Eka Anugrah Pratiwi 

setelah lima tahun, akhirnya
kita kembali bertemu
bermain seperti masa itu
tetapi, kau masih tampak kaku dan sedikit ragu
saat kubeberkan dongeng-dongeng kehidupan
nyata

Baca juga:  Jangan Mencari Tuhan Di Hutan - Agama - Musuh - Kapitalis

seperti katamu
kota kita telah berubah dan berbenah
kita sempat tak mengenal patung singa
di pojok-pojok kota banyak berdiri mall
dan gedung baru

bahkan rumput ilalang pun
kini tumbuh jadi tugu reklame
dan cinta kita
: ikut terkubur di bawahnya

Ponorogo, 29 April 2015 
Gayuh R Saputro, lahir di Ponorogo, Jawa Timur.Tinggal dan mengajar di kota kelahirannya. Alumnus Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Unesa. Saat ini belajar di Pascasarjana UNS.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Gayuh R Saputro
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Media Indonesia” pada 21 Juni 2015

Baca juga:  Ziarah - Maghrib