Segelas Kopi dan Cokelat Panas – Kehilangan – Sajak Tengah Malam

Karya . Dikliping tanggal 28 Juni 2015 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Lokal, Pikiran Rakyat

Segelas Kopi dan Cokelat Panas

di meja makan ini, teraji sekerat roti
dan segelas cokelat panas
kau tak pernah membiarkanku memoles roti
dengan selai kesukaanmu
kau malah menyeduh kopi pekat
mengaduknya dengan air muka
yang tak pernah bisa aku tebak
“bisakah kau menyukai kopi,
sedangkan yang biasa kauminum adalah cokelat hangat?”
kau katakan itu dengan tergesa,
aku menyudahi diri mencecap harum cokelat
lantas menebak-nebak rasa yang kautaruh
dalam secangkir kopi hangat.
kau benar, aku tak pernah menyeduh kopi sendirian
tapi keterbiasaan akan memaksaku
melenyapkan rasa getir yang ia hadirkan
waktu akan melenyapkan pahit ingatan kita
juga segala hal yang tak bisa kutukar.
Cirebon, 17 Februari 2014

Kehilangan

aku kehilangan diriku dan engkau saja
adalah kehilangan yang begitu seluruh.
jiwaku menjelma iblis yang gemar berdiam diri
bercokol di mata dan batinku.
yang kemarin kau temui di depan cermin
adalah tubuhku yang ringkih
penuh perih merintih
terpasung gelap dan gigil
sebuah ruang bernama kehampaan.
ke mana lagi arah yang mesti kutuju
jika di segala penjuru
masih belum kutemui engkau?
di depan pintu rumahmu
aku menghukum diri untuk terus menunggu.
Bandung, 4 Februari 2015

Sajak Tengah Malam

kesunyian menjadi larik-larik sajak ini
bait-baitnya adalah sesal yang berpilin di udara.
kutulis sajak ini dengan mata terpejam
mereka ulang siang-siang yang ramai.
pelan-pelan kuhitung
hati-hati penuh sepi
berkali-kali.
aku yang belum tuntas
mengeja namamu yang maha
sementara utopia masih kurapalkan
di sudut-sudut doa.
aku seperti lupa
langkah waktu
masih buru-buru menyusulku.
engkau masih begitu jauh
sampaikah aku?
detik jam terus menikamku diam-diam
aku masih memeluk sepi
sendirian.
Bandung 13 februari 2015


Nurul Lutfia, lahir di Cirebon 16 Maret 1993, penikmat sastra
Rujukan:
[1] Disalin dari karya Nurul Lutfia
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Pikiran Rakyat” pada 28 Juni 2015