Tentang Kita Dan Tuhan

Karya . Dikliping tanggal 21 Juni 2015 dalam kategori Arsip Puisi, Kedaulatan Rakyat, Koran Lokal

Tentang Kita Dan Tuhan

Kenyataan dalam fikir sesuai zikir
ada monoisme dan phantheisme
sinkretis dan akulturasi akar dunia
Tasawuf abad akan datang
di mana era modernisme memukul mundur manusia
Kita bukan nabi Khidir juga bukan nabi-nabi lainnya
Kita adalah manusia yang bukan pilihan
karna keinginan manusia
tidak kehendak Tuhan
Ketika nurani bisu
tanpa tuju
saling berseteru
siapa di antara kalian sebenarnya?
Tuhan tak pernah murka
Kalian tahu kenapa?
       (pikirkan setelah zikir 
       lihat bening cermin kehidupan)
Akal sehat zaman Cak Nun mengajarkan 
nglangsoning ati
Pasrah lillahi ta’ala
Kepasrahan yang menggedor-nggedor
setan dilahirkan
silih berganti seperti manusia
tidak memiliki hunian
entah  akan menjelma apa?
Akibat yang diciptakan manusia 
Tuhan tidak akan pernah mundur sebagai Allah
       (pikirkan setelah zikir 
       lihat bening cermin kehidupan)
Banyak rumbai dan istilah
kolusi, komisi, eufi dan segala arogansinya
teori akal man Wily mengajarkan kenapa kita bersimbiosis
lihat bening cermin kehidupan
kanan kiri serta mertanya
apakah setelah pikir dan zikir
nglasoh ati
pasrah tidak untuk kalah
seingat pesan pergaulan
mampu menyingkat sakit
Melihat baik buruk
membingkai yang baik
menmandnag menjadi pada
tungku saga di dada
tempat ego
menepis sirna
menyebrang laut jiwa
Sesuai fikir dan zikir
teori akal mengajarkan
Tuhan bukan ternyatakan
dialog yang dialogis
kenyataan berselancar
impian berumah tinggal
kenyataan Tuhan di berbagai 
bahagia dan tangis
dunia ada di antara seribu rupa2
       (pikirkan setelah zikir 
       lihat bening cermin kehidupan)
evolusi pemikiran bersarang
badan dan ruh bersatu padu
saling mendulang
mayapada menjelmakan qolbu
Bajuku berakal budi
akal pikirku bersarung sholat
dunia ‘alai’ menjadi nyata
bukan saja hal baik batil pun melata
Rupa2 terkadang membahana
juntrung kesepian yang sesunguhnya
kesepian manusia
nurani tidak membohongi
tentang kita Tuhan
Tegal 2014-2015


Rujukan:
[1] Disalin dari karya M Enthieh Mudakir
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Kedaulatan Rakyat” pada 21 Juni 2015