21 Menit Yang Memburu – 22 Terjaga Karena Panggilanmu – 23 Di Pintu Kamar – 24 13 Lembar

Karya . Dikliping tanggal 26 Juli 2015 dalam kategori Arsip Puisi, Kedaulatan Rakyat, Koran Lokal

21
MENIT YANG MEMBURU

bergegas kutinggalkan menit-menit yang memburu
di keriuhan petang, disaat hibuk orang-orang
mengacungkan pedang
ke tubuh bayang; ke hasat setan
aku tak mau tumpas, mati bersimbah prahara
sebelum sampai di rumahmu
di rumahmu  yang juga rumahku
kini dan akan nanti
aku tak ingin jangan terjadi
terbunuh di luar rumahmu
– perkenankan –

22
TERJAGA KARENA PANGGILANMU

jika kau tak memanggilku
apakah aku akan terjaga
lalu merapat padamu
di depan sekali berhidang
menemui dan bersama di malam hening
setelah panggilan itu
alangkah rindu
melepas segala kuingin
karena panggilanmu aku terjaga
tak juga aku mau pergi
seinci kaki

Baca juga:  Dalam Sajakku - Pelayaran

23
DI PINTU KAMAR

di pintu kamar kau berdiri
hatiku bergetar
ketika kau bertanya:
“apa yang terhidang?”
hanya cintamu;
sepiring taman
dan segelas kasih

24
13 LEMBAR

baiklah, kututup13 lembar yang telah tertulis
oleh kakiku
dengan amin
lalu kubuka halaman lain dengan kata semoga
esok jika aku lupa membubuhi sehurufpun
izinkan kupinjam
ampunmu
terbukalah tubuhku
bagi siapa pun
hendak berlabuh!

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Isbedy Stiawan ZS
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Kedaulatan Ralyat” Minggu 26 Juli 2015