Intro – Paranoia Akut – Nisan – Dalam 12 Jam

Karya . Dikliping tanggal 26 Juli 2015 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Lokal, Pikiran Rakyat

Intro

Kpd. Litaniar Qonakis Iskandar

Sungguh, aku bersyukur
bertemu dengan-mu
pada sebuah halte
dalam ruas usiaku
terimakasih Cinta

Aku mengenalnya
berambut pirang. Ia telah
menyelamatkan seorang penyair
dari kematian kata-kata ajaibnya

Penyair tanpa keajaiban kata
seperti pengantin tak punya kelamin
bumi tamat, lalu kiamat

Bandung, 2015


Paranoid Akut

Kpd. Litaniar Qonakis Iskandar

Sebelah dadaku hamil tujuh bulan, meledak
beribu kelelawar putih lahir prematur
berhamburan menjarah langit
misalkan dadaku menganga luka tusuk
berkenankah kau menjahitnya
serapat gula dengan manisnya

Kau tak beranjak, enggan bergeming

Baca juga:  Akhir Tahun

Aku keluar dari desa, menjauhi kota
membawa lari pelangi yang
berwarna tunggal, kayas pucat

Sejak aku berjumpa dengan-mu
tatapan-mu meluncurkan satu unit rudal
ke arah kiblatku. Imanku rontok berserak
sembahyangku luluh-lantak
sejak aku mencintai-mu, kata-katamu
menjelma ikan piranha dan buaya Niagara
dan sejak aku makin mencintai-mu
di setiap mulut gang kau menyambutku
dengan martil dan bom molotov

Ini patut kau camkan
aku anak dari perkawinan rawa rontek
dan pancasona. Berkali-kali terbunuh
namun masih juga memintal nafas
pada tiap hembusnya, kuukir nama-mu

Baca juga:  Mimpi dalam Saku

Bandung, 2015


Nisan 

Kpd. Litaniar Qonakis Iskandar

Dalam situs ini
seseorang yang tamat
mengabadikan dirinya

Ia begitu mencintai-mu

Bandung, 2015


Dalam 12 Jam

Kpd. Litaniar Qonakis Iskandar

Dalam 12 jam
Sepasang burung dara
menapaki jejak sungai
yang terkubur
jadi kota utopia

Hujan amat deras
seperti 10 musim
menyegerakan dirinya
turun dalam satu kurun
kita menerabasnya
sepasang burung dara
entah sampai kapan
seakan tak ingin ada kota
yang memanggil pulang

Bandung, 2015


Doddi Ahmad Fauji, dulu menulis namanya dengan Doddi Achmad Fawdzy. Menulis karya sastra (puisi, prosa, esai) sejak 1990-an. Mendirikan Arena Studi Apresiasi Sastra (ASAS) di UPI Bandung, kini bergiat di Sekolah Kewajaran Bersikap (SKB) di Kota Bandung.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Doddi Ahmad Fauji
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Pikiran Rakyat” Minggu 26 Juli 2015