Mimpi Menakutkan – Mantra Hebat – Jajah Gairah – Musafir – Tuhan

Karya . Dikliping tanggal 23 Agustus 2015 dalam kategori Arsip Puisi, Media Indonesia

Mimpi Menakutkan 

Mimpi yang menakutkan,
aku hamil, padahal masih perawan

mimpi yang mengerikan,
aku memutilasi orang,
padahal membunuh cicak pun tak mau

mimpi yang menggelisahkan
rumah tersaput tsunami,
padahal dibangun di atas bukit

mimpi yang menyeramkan,
aku mati, padahal masih ingin
hidup seribu tahun lagi!

mimpi yang menyengkak
kenyataan sangat menakutkan!

Kota Ukir, Februari 2015 

Mantra Hebat 

Gelora jiwa muda meredam alir darah
usia duri sepenggalah merias diri
niscaya memetik buah
tanpa harus memanjat pohon

Baca juga:  Balada Orang-Orang Tercinta

tak lekang minat, tak berkarat hasrat
sejenak mengenang masa buaian ayah bunda,
duhai betapa indah

rasa kehilangan berpayung kerinduan
saat gerimis senja
air mata bujang bukan hal yang pantang

bukan pungguk merindukan bulan
akulah lelaki hebat bersayap malaikat
meraih cita-cita berbekal mantra hebat: semangat!

Kota Ukir, April 2015

Jajah Gairah 

Menumpas gasal malam
lelaki jangat beranjak
mendulangi noktah hangat
kelabu kelam pekat
dalam jajah jahanam
mendaki ngarai perbukitan
menuntas lekat
menggurat kuat
meleleh

Baca juga:  Lumpur Api (Begenggek)

Kota Ukir, Mei 2015 

Musafir 

Hidup sekedar mampir
jangan kikir

hidup hanya singkat
jaga amanat

hidup laksana fana
jangan pelihara dusta

hidup sebatas pandang
tebar kasih sayang

Kota Ukir, Juli 2015 

Tuhan 

dalam gelegar guntur
tak kubiar asa luntur

dalam deras gelombang
tak kuizin iman goyang

dalam lubang kehidupan
langkah kaki tak bimbang

dalam pusaran badai
doa tak abai

pada nurani: kupasrahkan diri
hidup mati padamu Ilahi

Kota Ukir, Agustus 2015 

Kartika Catur Pelita, lahir di Jepara, 11 Januari 1971. Pegiat Akademi Menulis Jepara ini telah menelurkan karya, baik puisi, cerpen, maupun novel. Novel terbarunya Balada Orang-orang Tercinta (2015)

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Kartika Catur Pelita
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Media Indonesia” Minggu 23 Agustus 2015

Baca juga:  Sumenep - Pesan kepada Penguasa