Pengorbanan – Akar

Karya . Dikliping tanggal 2 Agustus 2015 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Lokal, Pikiran Rakyat

Pengorbanan

ia bercerita tentang seorang
yang menyerahkan segaklanya kepada dunia

“bahkan nyawanya?”

bahkan nyawanya

namun dunia tetap tidak baik-baik saja
sebuah huru-hara akan meletus entah di mana
sebuah senja diacuhkan, juga pagi dan kicau burung

pohon-pohon melepaskan daunnya secara tergesa

adakalanya kau hanya perlu diam
dan membiarkan nasib menorehkan luka
di lehermu.

adakalanya kau hanya perlu bersuara lirih
mendengarkan kematian yang dibacakan dalam gelap

2015

Akar

ketika dunia berkabung
dan orang-orang berbicara
dalam bahasa yang kabur
aku hanya ingin menjadi akar

Baca juga:  Amsterdam - Makam Baudelaire - Wien Hat Kultur - Sungai Martapura - Graben Sore It - Sore Itu Aku di Kotamu -

berdiam diri dalam hening tanah
menyerap saripati semesta
dan mengalirkannya ke batang-batang pohon

menjadi hujan daun

menjadi udara segar yang kau hirup

sebagai akar
aku memahami cinta tidak melalui kata-kata
namun melalui kebisuan yang bertenaga

rumput-rumput hijau tumbuh di atas tanah
bebatuan hening tanpa penantian
segalanya hadir saling melengkapi

cahaya-cahaya datang dan pergi
tanpa benar-benar kuketahui

diriku menghisap suara dunia
kemudian mengawinkannya
dengan kegelapan dan keheningan

sebagai akar
yang kubutuhkan hanyalah kemurnian
yang dapat menggerakkan siklus musim
hanyalah kemurnian
yang mampu menguraikan inti namamu

Baca juga:  Menurut DPR - Menuju Gerbang Sekarat - Dengan Talqin - Dana Kampanye

2015

Rozi Kembara, lahir 27 Juni 1990 di Tasikmalaya. Bergiat di Forum Kecil. Kini bermukim di Yogyakarta

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Rozi Kembara
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Pikiran Rakyat” Minggu 2 Agustus 2015