Tanah Suci

Karya . Dikliping tanggal 27 September 2015 dalam kategori Arsip Puisi, Kliping Sastra

Gegap gempita musim haji
Kewajiban sekali dalam hidup ini
Umat islam dari penjuru negri
Berbondong-bondong ke tanah suci

Disana ada Mesjid Nabawi
Masjidil Haram kokoh berdiri
Ka’bah Baitullah menjadi saksi
Melaksanakan thawaf rukun haji

Gua Hira’ di tanah suci
Menjadi simbol perjuangan Nabi
Tempat menerima wahyu dari Ilahi
Pengangkatan menjadi Rasul Rabbi

Safa dan Marwah tempat sa’i
Untuk mengenang perjuangan Ismail nabi
Haus dan dahaga tak tertahankan lagi
Air zam-zam menjadi penolong Ismail nabi

Baca juga:  Hikayat Selembar Daun

Melontar jumrah mengingatkan kembali
Akan perjuangan Ibrahim nabi
Untuk mengusir syaitan musuh Rabbi
Yang menggoda hati Ismail nabi

Air zam-zam penyejuk hati
Air terbaik di muka bumi
Menjadi oleh-oleh dari tanah suci
Yang diberikan kepada sanak famili

Sejarah islam berkembang disini
Di tanah suci lindungan Rabbi
Tanahnya gersang panas sekali
Tapi terasa sejuk di sanubari

Rindu hati ke tanah suci
Entah kapan bisa menjejakkan kaki
Untuk yang berhaji semoga mabruri
Bukan hanya bergelar hajjah dan haji.

Baca juga:  Tidur - Ombak - Mata - Bunga - Pergola

Pulau Weh,21 September 2015

by : Muksal Al Faruq

Muksal Al Faruq, adalah nama pena dari Muksalmina.Lahir di Sabang pada 16 November 1997.Saat  ini menjadi santri di Dayah Ulee Titi,Aceh Besar. Tinggal di gampong Ujong Kareung, kota Sabang

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Muksalmina
[2] Dikirim langsung oleh penulis melalui eMail klipingsastra (Terimakasih dan penghargaan kami haturkan)